Penghargaan APN dari Bappenas Diraih oleh Pemkab Wonogiri

0
Foto: Pemberian Penghargaan APN untuk Pemerintah Daerah Berprestasi

Kabupaten Wonogiri – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kembali menggelar ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2022. Sebagaimana diketahui, penghargaan ini merupakan kegiatan pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah yang dilakukan oleh Kementerian PPN/Bappenas sejak tahun 2011 dengan nama Anugerah Pangripta Nusantara (APN) dan sejak tahun 2017 berubah nama menjadi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD).

Dalam ajang penghargaan tersebut Pemerintah Kabupaten Wonogiri meraih predikat terbaik ketiga dalam kategori Perencanaan dan Pencapaian Terbaik tingkat Kabupaten se-Indonesia.

Foto: Mas Jekek Menerima Penghargaan APN dari Kementerian PPN/Bappenas

Piala Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) diserahkan secara langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa kepada Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, Kamis (29/9) di Jakarta.

Usai menerima penghargaan, Joko Sutopo menyampaikan bahwa capaian tingkat nasional tersebut menjadi suatu kebangaan dan kehormatan bagi masyarakat Wonogiri. Ia juga mengatakan bahwa penghargaan tersebut diraih lantaran adanya kerja sama dan soliditas masyarakat Wonogiri.

“Penghargaan ini tentu suatu kehormatan bagi masyarakat Wonogiri karena Pemerintah Pusat mengapresiasi dengan peringkat ketiga nasional kategori perencanaan dan pencapaian tingkat kabupaten,” ujarnya.

Salah satu faktor utama dapat diraihnya penghargaan PPD 2022 adalah terkait tingkat pengangguran di Wonogiri masuk dalam kategori terendah se-Jawa Tengah. Kondisi tersebut, menurutnya juga menunjukkan sosial kultur dan karakter masyarakat Wonogiri yang memiliki spirit kerja serta semangat kemandirian yang luar biasa.

“Data dari Pemerintah Provinsi Jateng tingkat pengangguran terbuka kami terendah se-Provinsi, yakni hanya 2,4 persen,” kata bupati dengan julukan Mas Jekek tersebut.

PPD merupakan evaluasi komprehensif dan kreatif yang dilakukan Kementerian PPN/Bappenas sebagai bentuk motivasi dan apresiasi kepada Pemerintah Daerah atas prestasi dalam perencanaan dan pencapaian pembangunan.

Baca Juga :   Dalam Rangka Bakti Nelayan, Sunarna: Nelayan Cilacap Harus Bangkit

penghargaan ini diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah menyusun perencanaan yang konsisten, komprehensif, terukur, dan dapat dilaksanakan, mendorong integrasi, sinkronisasi, dan sinergi antara perencanaan pusat dan daerah, mendorong pemerintah daerah melaksanakan kegiatan secara efektif dan efisien dalam pencapaian sasaran pembangunan, serta mendorong pemerintah daerah berinovasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Penilaian PPD dilakukan melalui multiple assesment, collective scoring, dan expert involvement yang diterapkan pada tiga tahap penilaian, yakni penelaahan data dan dokumen, presentasi dan wawancara, serta verifikasi.

Koresponden : Firfeb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here