
Kota Semarang — Anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Casytha Arriwi Kathmandu atau yang akrab disapa Mbak Casytha mengajak generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna untuk memperkuat pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi menghadapi tantangan ideologi di era digital.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada 16 Februari 2026 di Aula Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Semarang.
Dalam kegiatan tersebut, Mbak Casytha menegaskan bahwa Empat Pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus dipahami secara substantif, tidak berhenti pada hafalan normatif semata.

“Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai simpul gerakan sosial di tingkat akar rumput. Karena itu, pemahaman kebangsaan harus dibangun secara kritis dan kontekstual,” ujar Mbak Casytha di hadapan peserta.
Peran Strategis Karang Taruna di Tingkat Akar Rumput
Mbak Casytha menilai Karang Taruna bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan aktor penting dalam menjaga kohesi sosial di masyarakat. Di tengah meningkatnya fragmentasi sosial dan derasnya arus informasi, peran tersebut menjadi semakin krusial.
Ia menekankan bahwa generasi muda perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi, sekaligus memperkuat daya tahan terhadap masuknya paham yang berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan.
Pendekatan dialogis dalam kegiatan ini membuka ruang diskusi dua arah. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak mengaitkan nilai Empat Pilar dengan realitas sosial yang mereka hadapi sehari-hari.
Kebangsaan sebagai Praktik Sosial
Lebih lanjut, Mbak Casytha menegaskan bahwa penguatan kebangsaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari memperkuat solidaritas sosial, menjaga toleransi, hingga berkontribusi aktif di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi bersifat konvensional, melainkan berkembang di ruang digital yang sering kali menjadi arena pertarungan narasi dan ideologi.
“Nilai kebangsaan harus menjadi panduan dalam bersikap, baik di ruang nyata maupun ruang digital,” ujarnya.
Mendorong Generasi Muda sebagai Agen Perubahan
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi objek sosialisasi, tetapi juga subjek yang aktif menyebarkan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui forum ini, diharapkan lahir kader-kader muda yang tidak hanya memahami Empat Pilar secara konseptual, tetapi juga mampu menerjemahkannya dalam praktik sosial yang berdampak.
Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, penguatan nilai kebangsaan menjadi salah satu kunci untuk menjaga keutuhan dan keberlanjutan bangsa.
Tim Editor













