Mariyadi Mampu Ubah Sampah jadi Rupiah

0
Foto: Anggota TPST 3R “Biso Mulyo” Kab. Jepara

Kabupaten Jepara – Bagi sebagian orang, sampah tak ubahnya limbah yang tak punya nilai tambah sama sekali. Baik sampah rumah tangga maupun sampah bekas kemasan makanan. Namun hal ini tidak untuk Mariyadi, dirinya mampu mengubah sampah menjadi barang yang bermanfaat bagi lingkungan dan bernilai rupiah.

Saat dihubungi Koresponden Derap Juang, Mariyadi yang menjabat Wakil Bidang Kaderisasi Badan Sayap Partai Banteng Muda Indonesia (BMI) Jepara itu menceritakan, bahwa ini berawal dari dimulainya usahanya tersebut.

Saat itu dirinya melihat gedung bangunan TPST 3R “Biso Mulyo” lengkap dengan 2 unit kendaraan Tosa, Mesin Pecacah, Mesin Ayak Sampah, Hibah dari Dinas PUPR Prov. Jawa Tengah tahun 2013 yang bediri di atas tanah pemerintah Desa Mulyoharjo tersebut fakum tanpa ada yang dikelola.

Foto: Kader Komunitas Juang Kab. Jepara lakukan praktek pemanfaatan limbah sampah

Mulai dari situ munculah kepedulian dari Mariyadi seorang diri memulai ide kreatifnya dengan mengolah sampah yang dirubah menjadi Pupuk Organik Kompos. Dirinya memulai usahanya pada pertengahan tahun 2017 dengan cara bekerjasama dengan tenaga kebersihan Dinas Pertamanan Jepara untuk di-suplay bahan (sampah) untuk diolah.

“Saya mengajak kepada masyarakat, khususnya pemuda karang taruna lingkungan sekitar dan juga kader PDI Perjuangan Komunitas Juang, jika ingin meningkatkan sumber daya dan menambah pengetahuan, mari belajar cara mengolah pemanfaatan sampah,” ujar Mariyadi.

Mariyadi juga mengajak semua masyarakat untuk belajar bersama-sama di TPS yang dikelolanya. Paling penting adalah jangan biasakan membuang sampah sembarangan, karena terbukti ternyata sampah setelah diolah manfaatnya sangat luar biasa.

“Olahan sampah ini tentu juga bermanfaat bagi lingkungan, juga bernilai rupiah dan itu saya buktikan sendiri. Saya berharap kepada Pemkab Jepara untuk tidak bosan-bosannya memberikan support berupa sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat agar sadar tetang pentingnya sampah bagi lingkungan hidup,” sambung Maryadi selaku Ketua TPST 3R “Biso Mulyo”.

Baca Juga :   Refleksi Makna Hari Buku Dunia, Mengoptimalkan Peran Pemuda dalam Menggunakan Internet

Sejak TPST 3R “ Biso Mulyo” tersebut dikelola, terbukti telah berhasil menyumbangkan prestasi untuk Kab. Jepara berupa Piala Adipura. Selain itu, sering dijadikan pelatihan maupun praktek kerja dari beberapa fakultas, seperti Undip Semarang, Unisnu Jepara, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Tim Inovasi Desa Jepara.

Koresponden : Faozan Mustofa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here