Korps KJ dan Solidaritas Erat Kader yang Terbangun

0
Korps KJ
Foto: Wakil Ketua Dewan Mentor, Sofwan Dedy Arydanto Memberikan Pengarahan untuk Jajaran Kader Korps KJ saat Ditugaskan di GBK, Jakarta

Kabupaten Temanggung – Korps Komunitas Juang (KJ) merupakan wadah pendidikan politik bagi anak muda. Di usianya yang ke-10 tahun, Korps KJ telah membuktikan diri mampu mencetak kader-kader muda yang berkualitas. Mereka dibekali dengan Karakter, Kompetensi, dan Kapasitas yang mumpuni, sehingga siap untuk dilibatkan untuk menyukseskan program-program Partai.

Salah satu hal menarik di dalam Korps KJ adalah adanya solidaritas yang kuat sesama anggota. Mereka punya rasa kekeluargaan tinggi, saling bergotong-royong untuk mencapai visi-misi Korps dan membantu satu sama lain.

Solidaritas yang kuat itu tercipta karena beberapa hal. Pertama, Korps KJ punya tagline Pride, Solidarity, dan Discipline. Seluruh kader muda ditumbuhkan rasa kebanggannya menjadi bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan Jateng. Karena kebanggan tumbuh secara sehat, maka lahirlah solidaritas yang kuat, untuk kemudian diarahkan menjadi gerak langkah yang disiplin.

Korps KJ juga punya sistem penggembalaan dalam mendidik kader-kader mudanya. Jajaran Dewan Mentor dan Asisten Mentor Juang selalu siap memberikan pendampingan baik secara personal kader maupun secara kolektif.

Sistem penggembalaan ini terbukti secara efektif mampu menumbuhkan kesadaran diri kader untuk selalu terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan Korps. Bagaimanapun juga, ikatan emosional yang terbangun jelas menjadi bagian dari bonding yang kemudian berimplikasi pada lahirnya solidaritas di internal Korps KJ.

Selanjutnya, Korps KJ ini memang dibuat oleh DPD PDI Perjuangan Jateng untuk mencetak kader muda yang paham tata nilai, norma, dan ide-ide Partai. Program yang dicanangkan selalu berkelanjutan, tidak stuck. Untuk meng-upgrade kader, maka para pemuda-pemudi itu diberi penugasan, dengan harapan mereka bisa ‘naik kelas’ untuk menyambut tugas-tugas selanjutnya.

Fakta itu mungkin berbeda dengan kondisi normal, di mana biasanya banyak organisasi hanya tercipta secara insidental. Misalnya adalah Partai politik selain PDI Perjuangan yang membuat jaringan organisasi hanya untuk menyambut kontestasi elektoral saja. Setelah momen politik berlalu, organisasi itu-pun akhirnya tidak terurus.

Berbeda dengan Korps KJ, PDI Perjuangan Jateng selalu memperhatikan intens apapun situasi dan kondisinya. Karena merasa diperhatikan dengan baik, maka kader-kader muda itu akhirnya punya rasa memiliki terhadap Korps, sehingga terciptalah solidaritas.

Belum lagi, seluruh struktur Partai di bawah DPD, seperti DPC, PAC, Ranting, hingga Anak Ranting juga ikut memberikan dukungan terhadap Korps KJ. Tak jarang, wejangan-wejangan politik dan kehidupan diceritakan oleh senior Partai kepada Korps KJ, sehingga terciptalah ikatan kekeluargaan yang erat.

Koresponden : Enggar – Zidan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here