KONFERCAB SERENTAK DI PANTI MARHAEN

0
360
Suasana Pembukaan Konferensi Cabang (KONFERCAB) serentak di Panti Marhaen, Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Kota Semarang (14/7).

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah menggelar acara Konferensi Cabang (KONFERCAB) serentak di Panti Marhaen, Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Kota Semarang (14/7). Acara ini diikuti oleh 35 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan seluruh Jawa Tengah. Digelarnya acara ini bertujuan untuk menetapkan struktur kepengurusan di dalam tubuh DPC dan PAC PDI Perjuangan terpilih periode 2019-2024 pada acara Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) yang sudah dilaksanakan oleh masing-masing DPC.

Konfercab dibuka secara resmi oleh Prof. Hendrawan Supratikno (kedua dari kiri) mewakili Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai.

Konfercab dibuka secara resmi oleh Prof. Hendrawan Supratikno mewakili Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai. Selain itu, turut hadir wakil sekretaris internal DPP Partai Drs. Utut Adianto, Ketua DPP Partai Bambang Dwi Hartono, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Ir. Bambang Wuryanto, Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Adi Wijaya, Anggota Fraksi PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah, serta Anggota Fraksi PDI Perjuangan kabupaten/ kota seluruh Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Bambang Wuryanto berpesan bahwa Konfercab merupakan satu diantara tiga hal yang menjadi pergolakan di tingkat DPD Partai. Pergolakan tersebut terjadi di tiga titik dalam sebuah tikungan tajam yang rawan menjadi pemicu ribut di internal partai. “Konfercab potensi ribut, Pilkada potensi ribut, dan yang terakhir Pencalegan. Tiga tikungan tajam ini ujian bagi kita semua untuk mengukur kedewasaan berpartai kita semua. Kita diukur kedewasaan berpartainya, jangan sampai luntur kader-kader PDI Perjuangan, dan dikau musti sukses,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini.

Ir. Bambang Wuryanto, selaku ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah memberikan sambutan dalam acara KONFERCAB serentak.

Dirinya juga menghimbau bahwa setiap sengketa, perbedaan pendapat, serta ketidakterimaan terhadap putusan partai harus diselesaikan dengan jalan musyawarah mufakat sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Bung Karno. Sehingga tidak sampai terjadi keributan yang akan merusak citra dan mencemari nama baik PDI Perjuangan. “Kita marah diizinkan tetapi  merusak tidak diizinkan, karena merusak dikau itu akan membawa kita semua tercemar,” imbuhnya.

Baca Juga :   Kader Komunitas Juang Pati Berdayakan Budidaya Ikan Bandeng

Di akhir sambutannya, pria yang juga akrab disapa Bambang Patjul ini juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada DPC seluruh Jawa Tengah atas sukses Pileg dan Pilpres 2019 sehingga Jawa Tengah bisa mendapatkan pedikat bintang lima dari Ketua Umum. Dirinya secara spesifik menyebut perolehan suara yang fantastis kepada tiga kabupaten/ kota sehingga mampu memperoleh kursi DPRD melampaui target. Pertama adalah Kabupaten Boyolali naik dari 25 kursi menjadi 35 kursi, kedua Kabupaten Wonogiri dari 19 kursi menjadi 28 kursi, dan yang ketiga Kota Solo dari 24 kursi menjadi 30 kursi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPP PDI Perjuangan Prof. Hendrawan Supratikno mengingatkan agar seluruh kader dan jajaran pengurus tidak terlena dan terjebak dalam euforia kemenangan Pemilu 2019. Mengingat kedepan tantangan dan tanggung jawab PDI Perjuangan semakin besar dan kompleks. “Jangan kemenangan itu membuat kita mabuk kemenangan, jangan membuat kita lupa diri, karena apa, karena tugas-tugas kita kedepan masih berat,” tegasnya.

Hendrawan berharap setelah kontestasi Pemilu usai, PDI Perjuangan khususnya Jawa Tengah untuk terus mencari dan mengembangkan kader-kader yang setia dengan ideolgi perjuangan. Kader partai yang tahan banting dan paham tatanan.”Agar terus-menerus dipersiapkan kader partai yang setia pada perjuangan kita, kader partai yang siap bertahan dengan segala cuaca dan musim,” pungkasnya.

Setelah pembukaan dan prosesi kepartaian berakhir, acara dilanjutkan dengan sidang masing-masing DPC  yang dibagi menjadi tiga sesi, pagi, siang, dan malam. Sesi pagi dimulai pada pukul 09.00 WIB untuk daerah Kab. Klaten, Kab. Wonogiri, Kab. Pati, Kab. Boyolali, Kota Salatiga, Kab. Semarang, Kab. Wonosobo, Kab. Pemalang, Kab. Pekalongan, Kota. Magelang, dan Kab. Demak.

Baca Juga :   Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan HUT ke-47 PDI Perjuangan Di Cilacap

Sesi siang dimulai pukul 14.00 WIB Kab. Cilacap, Kab. Banyumas, Kab. Magelang, Kab. Surakarta, Kab. Sragen, Kab. Banjarnegara, Kab. Rembang, Kab. Purbalingga, Kota Tegal, Kab. Sukoharjo, dan Kab. Grobogan.

Sesi malam pukul 19.00 WIB Kab. Kebumen, Kab. Kendal, Kab. Brebes, Kab. Purworejo, Kab. Kudus, Kab. Temanggung, Kab. Blora, Kab. Jepara, Kab. Karanganyar, Kota Pekalongan, Kab. Batang, Kab. Tegal, dan Kota Semarang.

SAIFUL MUNIR