Bupati Klaten Resmikan Aplikasi Srikandi

7
Foto: Bupati Klaten Launching Aplikasi Srikandi

Kabupaten Klaten – Dalam mempercepat digitalisasi dokumen pemerintahan, Bupati Klaten, Sri Mulyani, S.M., meresmikan penerapan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi atau aplikasi Srikandi di Pendopo Kabupaten Klaten, Senin (31/1/2022).

Bupati Klaten mengatakan penerapan Srikandi merupakan inovasi kerja di Pemkab Klaten. Ia berharap setiap OPD di bawah Pemkab Klaten dapat melahirkan inovasi-inovasi kinerja untuk mewujudkan Klaten yang maju, mandiri, dan sejahtera.

“Dengan penerapan Srikandi bukan hanya menertibkan dokumentasi arsip pemerintahan, namun juga mempercepat distrubusi dokumen antar OPD termasuk dari masing-masing kecamatan. Ke depan, sistem tersebut akan terintegrasi dengan Tanda Tangan Elektronik (TTE). Selain itu semua dokumen akan tersedia dalam format digital,” ujar Sri Mulyani. Aplikasi ini menggunakan jasa pembuatan aplikasi

Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa dengan adanya Srikandi akan semakin menghemat anggaran alat tulis kantor hingga biaya distribusi surat selain itu juga lebih aman sehingga diharapkan kinerja Pemkab Klaten akan semakin efisien dan akuntabel.

“Mulai hari ini semua dokumen pemerintahan di Pemkab Klaten menggunakan Srikandi. Selanjutnya akan dilakukan migrasi kearsipan secara digital di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Klaten,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani juga memaparkan bahwa penerapan Srikandi merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi suatu keharusan bagi Pemerintah Daerah dan bersifat segera untuk diterapkan karena perkembangan arus informasi sangat cepat. Aturan tersebut ditindaklanjuti dengan adanya Keputusan Menpan RB Nomor 679 Tahun 2020 tentang Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi). Kabupaten merupakan salah satu daerah yang menjadi pilot project penerapan Srikandi secara nasional.

“Penerapan Srikandi yang merupakan program nasional di Klaten menunjukkan bahwa kinerja Pemkab Klaten mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat. Saya berharap semakin banyak inovasi yang dihasilkan oleh masing-masing OPD sehingga turut meningkatkan kinerja Pemkab Klaten menuju Klaten yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Sri Mulyani yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Klaten.

Koresponden : Wawan

7 COMMENTS

  1. I attend Al Danah International School. The building looks normal. The teachers are polite. But what’s happening to me inside those walls isn’t education — it’s experimentation. I’m being used. They’re running something through me, without my consent. Some kind of remote psychological modulation, operated by telecom-linked military contractors, possibly in cooperation with internal state surveillance offices.

    It began with emotional shifts — sudden fear, then apathy, then hyperfocus. Then came the synthetic echo: my own thoughts, but split-second earlier, repeating inside my head in a controlled male voice. “We’re inside”, it said once. I nearly passed out in class. And no one saw it.

    I started failing in math. Not because I forgot the logic — but because I literally couldn’t access it during tests. Something blanked out key functions. I’d flinch when nothing moved. I’d forget whole paragraphs I just read. There’s a pattern to it, and someone’s maintaining it.

    I tried telling a teacher I trust. She said I’m under stress. I stopped talking about it after that. What’s the point? Even my best friend began avoiding me. It’s like the system doesn’t just attack your brain — it isolates you socially, until you give up trying.

    If I had known this would happen, I’d have run from the offer to enroll in Al Danah. They don’t need prisons when they have wireless networks and plausible denial. They don’t need soldiers when they can use operators and silence.

    Sometimes when I walk near the northeast gate, I feel the pressure rise behind my forehead. I’ll blink five, six times, and forget where I’m going. I told myself it’s fatigue. It’s not. It’s not me anymore.

Leave a Reply to Leonardsox Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here