Mengembalikan Kejayaan PDI Perjuangan

0
225
Arak-arakan paslon Bagas-Drajat menaiki becak saat akan hendak mendaftarkan diri kantor KPUD Kabupaten Tegal (10/1/2018)

PILKADA KABUPATEN TEGAL

PDI Perjuangan pernah 2 dua kali berturut-turut memenangi pemilihan Bupati Tegal. Saatnya pasangan Haron Bagas Prakoso – Drajat Adi Prayitno mengembalikan tradisi kemenangan PDI Perjuangan dalam pemilihan Bupati Tegal 2018.

Rombongan becak dan kendaraan lain memasuki kantor KPU Kabupaten Tegal di kota Slawi, Rabu (10/1) lalu. Haron Bagas Prakosa dan Drajat Adi Prayitno, masing-masing didampingi istrinya, menaiki becak terpisah yang melaju berdampingan. Bagas dan Drajat kompak mengenakan baju berwarna putih dengan bawahan celana hitam dan berpeci hitam. Paslon yang diusung koalisi PDI Perjuangan, Partai Demokrat, dan Partai Nasdem tersebut berangkat ke kantor KPU dari kantor DPC PDI Perjuangan Kab. Tegal.

Bagas memilih untuk menaiki becak menuju ke KPU sebagai simbol perhatiannya kepada rakyat Marhen. Kesejahteraan rakyat kecil merupakan prioritas programnya sebagai calon Bupati Tegal.

Bagas menawarkan program yang sejalan dengan platform PDI Perjuangan sebagai Partai pembela wong cilik melalui program pengentasan kemiskinan. Soko gurunya adalah pembenahan infrastruktur selaku modal utama penggerak ekonomi. “Saya ingin memperbaiki infrastruktur, mulai dari infrastruktur jalan, pengairan, perumahan, dan sebagainya. Infrastruktur jalan adalah urat utama pertumbuhan ekonomi,” jelas pria yang juga hobi bermusik ini.

Sektor pendidikan dan kesehatan juga tidak luput dari perhatian Bagas. Ia menjamin pendidikan gratis bagi warga. Di sektor kesehatan, Bagas ingin berkoordinasi dengan para kepala desa terpencil untuk melengkapi sarana dan prasarana kesehatan. “Di setiap balai desa idealnya standby minimal sebuah mobil ambulance. Pengadaannya bisa dianggarkan melalui anggaran pemerintah desa. Setidaknya, itulah bentuk kepedulian pemerintahan desa kepada rakyatnya di sektor kesehatan,” jelas Bagas.

Semua gagasan Bagas tertuang dalam delapan program prioritasnya yang dirangkum dalam “Delapan JOS Bagas- Drajat” yang melingkupi aspek sosial, pendidikan, reformasi birokrasi, kesejahteraan guru, kepemudaan dan penguatan potensi daerah. Program-program itu dianggap cespleng untuk memperbaiki kondisi Tegal saat ini. “Saya anggap incumbent gagal mengelola pemerintahan, yang berujung pada minimnya peningkatan kesejahteraan berdasarkan data dan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Calon Bupati Tegal nomor urut 2 ini.

Baca Juga :   DPC PDI Perjuangan Kota Magelang Gelar Rapat 3 Pilar

Bagas didampingi Drajat Adi Prayitno yang memahami sektor infrastruktur. Sebagai pengusaha real estate, Drajat punya kemampuan teknis di sektor ini. Ia juga seorang penggerak organisasi. Drajat Adi Prayitno lama menjabat sebagai komisioner pada Real Estate Indonesia (REI) Tegal. Untuk maju sebagai calon bupati, Haron Bagas Prakosa memilih pensiun dini dari PNS Kab. Tegal pada Oktober 2017. Jabatan terakhir mantan Sekda Kab. Tegal ini adalah Staf Ahli Bupati Tegal.

Struktur Partai Solid Dukung Bagas- Drajat

Di antara ratusan orang yang mengantar pasangan Bagas – Drajat ke KPU Kab. Tegal, 10 Januari lalu, tampak Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Tegal Rustoyo. Ia meminta seluruh kader partai kompak untuk memenangkan pasangan Bagas -Drajat. “Masyarakat sangat mencintai PDI Perjuangan. Ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang ikut mengantar calon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung PDI Perjuangan dalam mendaftarkan diri ke KPUD,” ungkap Rustoyo.

Bagas-Drajat bersama istri menyapa warga dibilangan jalan protokol Kota Slawi, Kabupaten Tegal (10/1/2018)

Sebagai calon Bupati, Haron Bagas Prakoso telah disosialisasikan ke masyarakat, terutama pendukung saat DPC PDI Perjuangan Kab. Tegal berkeliling memperkenalkan Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Tegal 2018-2023 kepada struktur partai di tingkat Anak Cabang, Ranting dan Anak Ranting.

PDI Perjuangan dua kali menempatkan kadernya sebagai Bupati Tegal pada 2004 dan 2009. Pada Pilbup Tegal 2013, PDI Perjuangan gagal memenangkan kadernya. Rustoyo mengaku bahwa dirinya dan struktural partai akan berusaha belajar dari kekalahan di Pilkada periode lalu. “Saat ini kita lebih giat untuk menjaga soliditas kawan-kawan struktural partai Kabupaten Tegal agar tidak lagi timbul perpecahan yang merugikan partai.”

FITO AKHMAD ERLANGGA

(LAPORAN: ABDUL SUKRON MA’NUN, EKO WIYONO)