Apa kesan anda terhadap acara Apel Siaga kemarin?

TITIK RESTUNINGSIH
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pekalongan

“Luar biasa, Mas, kami sebagai kader PDI Perjuangan yang dari Jawa Tengah sangat bangga banget, karena kami bisa menunjukan : inilah sebenernya Jawa Tengah ini, masih eksis, masih solid. Mengenai persiapan sendiri, di Kota Pekalongan kami istilahe manut arahan dari DPD dan kami laksanakan secara di lapangannya. Kami, DPC semua, terjun sebagai pengatur di lapangan. PAC juga menjadi koordinator di lapangan, di wilayah masing-masing, jadi ini setiap PAC ada koordinatornya, DPC sama PAC.”

Adakah kendala dalam pengoordinasian?

“Kendalanya itu masalah bus, Mas. Bus yang sudah disewa se Jateng ini kan luar biasa ya, jadi kami ada kendalanya di situ. Janjian kami dengan pihak penyedia bus itu molor. Dari pukul 21.00 WIB sudah kita rencanakan standby , ternyata sampai pukul 02.30 WIB belum datang. Jadi peserta itu rodho kecewa di situ, tapi karena semangatnya masih ada, jadi peserta sampai setengah tiga pun temen-temen masih setia menunggu dan akhirnya terangkut semua. Saya kan udah di Solo waktu itu, koordinasi terus sampai jam setengah tiga itu, tapi temen-temen di lapangan ya bekerja juga dengan segala daya upaya memberikan penjelasan, istilahe yoo ngeneng-ngenengke piye carane ben temen-temen itu tetep semangat. Kami itu cuma 4 kecamatan,thok, jadi Alhamdulillah kami bisa memberangkatkan sampai anak ranting, sampai tokoh-tokoh. Yang ikut jadi 450 orang dengan Satgas NKRI, dengan BMI juga kita sertakan, semua hasil gotong royong dari DPD serta fraksi-fraksi. Kita pakai 8 bus dan 2 mobil kecil. Sangat luar biasa kegiatan itu, kita bisa menunjukan kepada rival-rival kita bahwa kita itu, PDI Perjuangan, masih solid. Kandang banteng tetep milik kita! Antusiasme (kader) luar biasa, karena baru kali ini kata-kata temen-temen yang di ranting maupun anak ranting, baru kali ini ada kegiatan seperti ini, jadi ya semangatnya luar biasa temen-temen ini, walaupun ada rasa kecewa menunggu bus. DI Perjuangan itu kalau diatur ya susah Mas, kalau kita suruh rapi kaya rang-orang. Kalau kemarin rapi, baris dijejerkan di lapangan tidak cukup as. Itu empet-empetan untuk membatasi antara kota dan kabupaten aja ndak bisa, apalagi diatur satu-satu. Untuk kota Pekalongan semuanya masuk lapangan, karena kita datang awal ya, pukul 08:00 WIB kita sudah masuk Solo, cuma ada beberapa kesalahan mungkin karena kurang dengar atau gimana ada beberapa yang duduk di tribun. ya tapi yang di tribun akhirnya pun turun.”

Baca Juga :   Belajar dari KANDANG BANTENG

Apa tanggapan anda terhadap Santiaji Ibu Ketua Umum?

“Sangat mengharukan dan sangat membikin kita semangat untuk memperjuangkan PDI Perjuangan lebih besar lagi ke depan. Bagi kami Soekarnoisme ini, manakala Ibu sudah bicara itu merupakan sebuah tugas kita untuk melaksanakan ke bawah.”

FITO AKHMAD ERLANGGA