Dolfie OFP : Menembus Kebuntuan di Pesisir Selatan

9
Foto : Dolfie OFP, Ketua DPD Jawa Tengah, Adi Satria dan Kaisar Anggota DPR RI Dapil VIII bersama struktural DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah dalam Roadshow ke DPC Kab. Cilacap (05/03)

CILACAP – Di tengah embusan angin pesisir selatan Jawa Tengah, deru mesin politik PDI Perjuangan mulai dipanaskan. Kamis, 5 Maret 2026, rombongan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah menyambangi Cilacap. Ini bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan bagian dari maraton roadshow ke berbagai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk memastikan struktur partai tak hanya tegak secara administratif, tapi juga solid secara ideologis.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Dolfie OFP, membawa misi yang ia sebut sebagai “5 Mantap”—sebuah doktrin organisasi yang meliputi Ideologi, Organisasi, Kader, Program, dan Sumber Daya. Bagi Dolfie, penguatan ini adalah syarat mutlak jika partai ingin tetap relevan. “Soliditas organisasi adalah ruh yang menghidupkan mesin partai,” ujarnya di hadapan ratusan kader.

Namun, di balik narasi penguatan itu, terselip kegelisahan atas capaian elektoral di Cilacap.

Stagnasi di Angka Sepuluh
Dalam rapat koordinasi tersebut, Dolfie memberikan catatan tebal pada hasil Pemilihan Legislatif 2024. PDI Perjuangan Cilacap memang masih menjadi kekuatan dominan, namun raihan 10 kursi DPRD yang mereka peroleh menunjukkan gejala stagnasi angka yang persis sama dengan perolehan pada Pemilu 2019. Di mata pimpinan wilayah, “jalan di tempat” adalah peringatan dini yang harus segera direspons.

Foto : Ketua DPC PDI Perjuangan Kab Cilacap, Anggit Adi Juwita menyampaikan laporan kepada Ketua DPD (05/03)

Ketua DPC PDI Perjuangan Cilacap, Anggit Adi Juwita, menyadari beban tersebut. Sebagai sosok “Srikandi” yang memegang komando di Cilacap, Anggit tak menampik adanya tantangan besar untuk mendongkrak kursi pada 2029 mendatang. “Kami sedang melakukan evaluasi mendalam, terutama terkait penetrasi KTA (Kartu Tanda Anggota) di setiap daerah pemilihan,” tutur Anggit.
Strategi Anggit ke depan tergolong ambisius: menyasar ceruk pemilih muda dan memperkuat barisan keamanan partai dengan target 1.500 personel Satgas di setiap kecamatan. Langkah ini diambil untuk memastikan penetrasi partai merasuk hingga ke unit terkecil di tingkat desa.

Pertemuan di Cilacap ini juga menjadi panggung bagi para elit banteng Jawa Tengah untuk menunjukkan kekompakan. Tampak hadir Sekretaris DPD H. Sumanto dan Bendahara DPD Kaisar Kiasa Kasih Said Putra. Kehadiran tokoh-tokoh kunci seperti Anggota DPR-RI Adisatrya Suryo Sulisto, serta fungsionaris senior seperti Joko Sutopo, Abang Baginda, hingga Bambang Baharudin, menegaskan pentingnya Cilacap dalam peta politik Jawa Tengah.

Acara yang juga dihadiri oleh anggota fraksi tingkat provinsi dan kabupaten ini berakhir dengan satu kesepakatan tak tertulis: mesin partai di pesisir selatan harus segera keluar dari zona nyaman angka 10. Bagi PDI Perjuangan, 2029 bukan sekadar soal mempertahankan wilayah, melainkan pembuktian apakah ekspansi politik masih mungkin dilakukan di tengah dinamika pemilih yang terus berubah.

Foto : Dolfie OFP bersama DPR RI Dapil VIII, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan struktural DPC PDI Perjuangan Kab Cilacap (05/03)

9 COMMENTS

Leave a Reply to bokep hd Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here