KOTA SEMARANG – Di tengah riuh rendah Kota Semarang sebagai titik temu urban yang heterogen, mesin politik PDI Perjuangan Jawa Tengah mulai memanaskan mesin. Sebagai ibu kota provinsi sekaligus simbol supremasi politik di “Kandang Banteng”, Semarang bukan sekadar wilayah administratif, melainkan barometer soliditas kader yang kini tengah diuji oleh pergeseran zaman.
Senin, 2 Maret 2026, jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah menggelar roadshow konsolidasi ke markas DPC Kota Semarang. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni basa-basi atau perkenalan pengurus anyar, melainkan sebuah misi “bounding” untuk merekatkan kembali struktur partai yang sempat merenggang pasca-kontestasi politik terakhir.
Ruh Organisasi dan Doktrin “5 Mantap”
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Dolfie OFP, menegaskan bahwa soliditas bukanlah slogan di atas kertas, melainkan ruh yang menghidupkan mesin partai. Di hadapan para kader, Dolfie membawa misi ideologis untuk membumikan doktrin “5 Mantap”—Ideologi, Organisasi, Kader, Program, dan Sumber Daya.
“Kunjungan ini melampaui seremoni. Kami ingin memastikan ‘5 Mantap’ terimplementasi secara konkret di lapangan, bukan sekadar menjadi narasi di ruang rapat,” ujar Dolfie.
Bagi Dolfie, penguatan organisasi adalah harga mati untuk memastikan setiap gerak langkah kader linier dengan garis komando partai.
Optimisme mengembalikan Kursi yang Hilang
Kota Semarang secara historis adalah jantung kekuatan banteng di Jawa Tengah. Kehadiran Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti diharapkan menjadi katalisator bagi mesin partai untuk bergerak lebih lincah dalam pencapaian elektoral. Namun, realita pahit pada Pileg 2024 tak bisa ditutupi: perolehan kursi PDI Perjuangan di DPRD Kota Semarang merosot dari 19 menjadi 14 kursi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono, mengakui adanya lubang sedalam lima kursi tersebut. Meski begitu, ia tetap optimistis mampu mengembalikan kejayaan pada Pemilu 2029. Strateginya? Tak lagi sekadar mobilisasi massa, melainkan pendekatan saintifik.

“Kami akan melakukan audit elektoral secara menyeluruh, memperketat manajemen TPS, hingga menggarap segmen strategis yang selama ini dinamis: pemilih muda, kelompok perempuan, pelaku UMKM, nelayan, hingga pekerja informal,” kata Endro dengan nada tegas.
Konsolidasi Lintas Generasi
Acara yang berlangsung hangat namun sarat diskusi taktis ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci. Tampak hadir Sekretaris DPD Jawa Tengah H. Sumanto, Bendahara DPD Kaisar Kiasa Kasih Said Putra, serta duo legislator Senayan, Mochamad Herviano dan Samuel JD Wattimena, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminudin.
Sederet fungsionaris seperti Joko Sutopo, Abang Baginda, Dasum, Krisspetiana, dan Eko Susilo juga turut mengawal jalannya konsolidasi. Kehadiran mereka, bersama anggota Fraksi DPRD Provinsi dan Kota, menegaskan satu pesan: banteng Semarang sedang merapatkan barisan, bersiap merebut kembali dominasi yang sempat tergerus di tanah urban.















