Tinggalkan Ruang Kelas, Peserta Diklat PAC Angkatan IV Turun Langsung Membaca Realitas Sosial
Kabupaten Boyolali – Peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PAC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah Angkatan IV melaksanakan kegiatan Analisis Sosial (Ansos) melalui kunjungan lapangan pada Sabtu (07/11/2026). Kegiatan ini melibatkan peserta yang terbagi dalam sejumlah kelompok untuk melakukan pengamatan langsung di 20 titik lokasi berbeda. Agenda tersebut menjadi bagian dari pembelajaran untuk menghubungkan materi yang diterima di kelas dengan realitas kehidupan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, peserta menyebar ke berbagai lokasi, mulai dari pasar tradisional, kawasan wisata, tempat pengelolaan sampah, hingga fasilitas transportasi umum. Beberapa lokasi yang menjadi titik pengamatan di antaranya Pasar Jeblog, Pasar Ir Soekarno, Pasar Grogol, TPA Putri Cempo, Pasar Gawok, Pasar Gede Solo, Pasar Legi, hingga Terminal Tirtonadi. Keragaman lokasi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenali berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara langsung.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengamati aktivitas masyarakat, kondisi perekonomian, serta berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekitar. Pengamatan tersebut menjadi bekal bagi kader untuk memahami kebutuhan dan persoalan rakyat berdasarkan kondisi nyata, bukan sekadar asumsi.
“Kader harus berani turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat. Dari sana kita belajar memahami persoalan rakyat sekaligus mencari tahu apa yang sebenarnya mereka butuhkan,” ungkap pendamping kegiatan.
Melalui kegiatan Ansos, peserta diharapkan mampu membangun pola kerja organisasi yang semakin dekat dengan rakyat. Hasil pengamatan lapangan diharapkan menjadi bekal bagi PAC dalam membaca situasi sosial dan menyusun program partai yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kader tidak hanya hadir sebagai pengurus organisasi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gerakan nyata dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Setelah menyelesaikan pengamatan lapangan, peserta melanjutkan kegiatan dengan melakukan review dan pemaparan hasil analisis secara berkelompok. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menyampaikan temuan, mengidentifikasi persoalan, serta merumuskan kesimpulan berdasarkan kondisi yang dijumpai. Proses ini sekaligus melatih kemampuan kader dalam berpikir kritis dan menyusun langkah penyelesaian persoalan sosial.
Tim Editor