Dolfie Tekankan Sejarah AD/ART dan Lima Mandat Utama PAC sebagai Penggerak Perjuangan Partai
Kabupaten Boyolali – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Dolfie OFP, menekankan pentingnya pemahaman sejarah partai serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan kader dalam menjalankan perjuangan organisasi. Hal tersebut disampaikan dalam materi Diklat PAC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah Angkatan IV di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Sabtu (07/11/2026).
Dalam pemaparannya, Dolfie menjelaskan bahwa AD/ART PDI Perjuangan telah mengalami sejumlah perubahan melalui kongres partai sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan zaman. Sejarah dan perubahan tersebut perlu dipahami kader agar mengetahui perjalanan, identitas, serta arah perjuangan partai. Ia juga mengingatkan bahwa Pancasila, khususnya semangat 1 Juni 1945, dan Marhaenisme menjadi landasan ideologis perjuangan PDI Perjuangan.
“Kita harus memiliki kesamaan cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup. Semuanya harus berangkat dari ideologi dan tujuan perjuangan partai,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, bahwasannya AD/ART merupakan pedoman utama kehidupan partai yang memuat asas, jati diri, tujuan, fungsi, tugas, hingga mekanisme organisasi. Selayaknya UUD 1945, AD/ART partai juga digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam berpartai.
“AD/ART itu seperti UUD 1945, menjadi acuan kita dalam berpartai. Kalau kita berpartai, ya harus menggunakan AD/ART PDI Perjuangan,” ungkap Dolfie.
Lebih lanjut, Dolfie menegaskan bahwa keberadaan Pengurus Anak Cabang (PAC) bukan sekadar memiliki surat keputusan kepengurusan, menggelar rapat, atau menjalankan administrasi. PAC memiliki lima mandat utama, yakni memimpin, mengorganisir program partai, membaca situasi sosial, menyapa rakyat, serta menggerakkan tindakan kolektif.
“Pemimpin itu harus tahu arah dan tahu jalan, sehingga bisa membawa anggotanya melewati jalan tersebut dengan aman,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan lima disiplin partai yang harus dijalankan setiap kader, meliputi disiplin organisasi, ideologi, teori, gerakan, dan tindakan. Seluruh disiplin tersebut harus diwujudkan melalui semangat gotong royong, kesetiaan terhadap Pancasila dan Marhaenisme, serta keberpihakan kepada wong cilik.
“Kita harus membangun semangat gotong royong, memiliki kesamaan tujuan partai, dan satu tujuan perjuangan. PDI Perjuangan harus tetap berpihak kepada rakyat kecil, antikemiskinan, dan menolak segala bentuk eksploitasi,” tambahnya.
Melalui materi sejarah dan AD/ART tersebut, Dolfie berharap peserta mampu memahami sekaligus meneruskan nilai-nilai perjuangan partai kepada seluruh anggota di wilayah masing-masing. Pemahaman terhadap aturan organisasi diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan kelembagaan dan gerakan nyata bersama rakyat.
“Sepulang dari diklat ini, saya berharap teman-teman bisa menjelaskan kembali kepada anggota di bawahnya, sehingga seluruh kader memiliki pemahaman dan semangat perjuangan yang sama,” pungkasnya.
Tim Editor