Sapa Peserta Diklat PAC, Bambang Pacul Ajarkan Cara Berkomunikasi Publik yang Baik
Kabupaten Boyolali – Momen spesial terjadi dalam materi pamungkas Diklat PAC PDI Perjuangan Angkatan II yang digelar di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (25/10/2026).
Ketua DPP PDI Perjuangan, Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A atau yang lebih akrab disapa Bambang Pacul hadir secara langsung menyapa peserta Diklat sekaligus membawakan materi mengenai public speaking.
Materi ini tentu sangat menarik, pasalnya Bambang Pacul memiliki pengalaman panjang di dunia politik, bahkan hari ini ia menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI.
Belum lagi, politisi kawakan itu-pun dikenal oleh khalayak umum karena sering muncul di podcast dan konten-konten media sosial dengan pemabahasan viralnya ‘Korea-korea’.
Pengalaman panjang itu tentunya sangat bermanfaat untuk peserta Diklat, lantaran mereka yang notabene merupakan struktur PAC harus berbaur dan berkomunikasi langsung baik di internal maupun dengan masyarakat.
Dalam paparannya, Bambang Pacul mengatakan public speaking adalah kemampuan mendasar yang wajib dimiliki siapapun yang berada di lingkungan politik.
“Apa pentingnya? Karana politisi adalah tokoh publik. Kalau tokoh publik tidak bisa ngomong di muka publik, berarti bukan orang yang penting dong,” paparnya.
Parameter dalam public speaking menurutnya juga sangat mudah dilihat. Selain dari substansi yang dibawakan, apabila audiens merasa tercerahkan, maka itu menjadi bagian dari keberhasilan komunikasi.
“Kalau publik menyukai kamu bicara, berarti kamu berhasil. Intinya, ketika kamu habis bicara di depan publik, kemudian publik terpuaskan dan happy,” tegas Bambang Pacul.
Terkait dengan prinsip penyampaian pidato di hadapan publik, Bambang Pacul menegaskan jika terdapat tiga aspek paling penting;
- Performance
- Pause (hentian)
- Poise (rasa percaya diri)
“Performance ini harus digarisbawahi. Penampilanmu wajib okey, pakailah pakaian yang paling kau sukai, sikapnya harus yakin, jalannya tegap. Kalau perlu, bangun hubungan dengan simbol,” lanjutnya.
Terkait metode melatih diri agar memiliki keterampilan public speaking, Bambang Pacul menandaskan terdapat tiga latihan yang wajib dilakukan;
- Olah vokal (suara, intonasi, artikulasi)
- Olah visual (ekspresi dan kontak mata)
- Olah tubuh (gesture dan sikap badan)
Adapun struktur pidato di hadapan publik menurutnya harus terdiri dari 3 hal; yakni pembuka, isi, dan penutup. Ketiganya mesti ada dalam satu rangkaian yang runtut dan sistematis.
“Boleh membuka dan menutup pidato dengan pantun, tapi yang ada kaitannya dengan inti utama pidato. Kalau tidak ada kaitannya, tidak usah. Hati-hati juga kalau mau membuka pidato dengan humor, agar suasana tidak mati,” pungkasnya.
Tim Editor