Dolfie Ajak Peserta Diklat Maknai Aspek Ideologis Sebagai Dasar Gerak Elektoral
Kabupaten Boyolali – DPD PDI Perjuangan Jateng memberikan penegasan bahwa partai politik sejatinya bukan sekadar untuk melaksanakan fungsi elektoral. Pergerakannya juga harus mampu untuk mendengarkan aspirasi rakyat, mengartikulasikan dalam program, dan mengagregasikan menjadi kebijakan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Dolfie OFP menyampaikan, partai politik merupakan alat perjuangan untuk merubah nasib wong cilik, sehingga mereka merdeka secara politik dan ekonomi.
Hal itu disampaikan oleh Dolfie ketika memberikan paparan matari di hadapan peserta Diklat yang terdiri dari PAC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah Angkatan II di di Asrama Haji Donohudan, Boyolali (25/10/2026).
Ketika memperjuangkan nasib wong cilik dianggap sebagai kewajiban, maka hal itu bakal berimplikasi terhadap elektoral partai. Setelahnya, baru partai berpikir mengenai aspek strategis dan taktis, agar pergerakan sampai pada tujuan utamanya.
“Di Jateng, kita tata fungsionaris partai selengkap mungkin, kita tingkatkan kapasitasnya, dan kita susun strategi matang untuk pemenangan,” papar Dolfie.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI itu menekankan, partai punya tantangan aktual yang harus dihadapi. Pertama adalah terkait situasi global yang tidak menentu, sehingga para pemilik modal bercokol lintas politik dan berusaha menyerang PDI Perjuangan.
Kemudian, propaganda digital serta perilaku pemilih yang beralih ke sisi pragmatis-transaksional, bukan lagi pada ide dan gagasan.
Untuk itu, ia berharap kader PDI Perjuangan memahami situasi pelik yang terjadi serta mencari solusi yang konkret, agar tetap menang dalam pemilu-pemilu selanjutnya.
“Kita sekarang sudah punya pengurus. Tugas kita selanjutnya adalah bagaimana pengurus itu bisa bersama rakyat. Kemudian, ending-nya adalah bagaimana pengurus dan rakyat bisa bersama mencapai tujuan,” pungkasnya.
Tim Editor