Outbond Peserta Diklat; Membangun Soliditas untuk Mencapai Tujuan
Kabupaten Boyolali – Agenda Diklat PAC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah Angkatan II yang digelar di Asrama Haji Donohudan, Boyolali memasuki hari kedua, Sabtu (24/10/2026). Salah satu yang menarik adalah kegiatan outbond, dimana seluruh peserta Diklat diajak untuk menyelesaikan game yang telah ditetapkan oleh panitia.
Tujuan utama dari kegiatan ini untuk mengasah koordinasi, membangun tanggung jawab bersama, serta menguji kepekaan peserta terhadap sesame.
Salah satu pos yang dibuat adalah Fortress War atau permainan lempar air. Permainan ini dilakukan dengan cara setiap peserta kelompok harus membuat kantong berisi air sebanyak-banyaknya sebagai alat tempur mereka.
Mereka menempati area yang telah ditentukan, menyiapkan lilin, lalu berusaha mempertahankan lilinnya dari serangan kelompok lain. Kelompok yang mampu menjaga lilin tetap menyala hingga akhir permainan dinyatakan sebagai pemenang.
Permainan menjaga lilin tersebut dimaksudkan untuk menguji rasa empati peserta. Di tengah dorongan untuk menyerang dan memenangkan permainan, peserta diajak merefleksikan kepedulian, tanggung jawab melindungi, serta dampak tindakannya terhadap orang lain.
Dengan demikian, tantangannya tidak berhenti pada menjaga api tetap menyala, tetapi juga memahami makna saling menjaga dalam kehidupan bersama.
Kemudian terdapat pos One for All yang mengajak kelompok memilih kotak berisi makanan atau minuman dengan ketentuan poin dan batas waktu tertentu. Kelompok lain dapat menawar waktu penyelesaian yang lebih singkat untuk mengambil kesempatan memperoleh poin.
Dalam tantangan ini, seluruh anggota diwajibkan ikut mencicipi isi kotak. Mekanisme tersebut dapat menjadi bahan refleksi tentang pengambilan keputusan, pembagian tanggung jawab, dan pentingnya menyesuaikan ambisi kelompok dengan kemampuan anggotanya.
Di lokasi ketiga, terdapat pos ‘estafet bola’, dimana setiap kelompok diminta untuk mengestafetkan beberapa bola melalui celah yang telah disiapkan hingga mencapai garis finish.
Pos ini mengajarkan pentingnya rasa kebersamaan di sebuah organisasi. Ketika kebersamaan itu sudah terbentuk, maka akan menciptakan koordinasi yang bai kantar individu di dalamnya, sehingga sebuah organisasi mampu untuk mencapai tujuannya secara optimal.
Di bagian akhir atau pos empat, peserta diberikan sebuah sketsa gambar dan beberapa potong keramik. Mereka diminta memecahkan keramik beberapa warna dan menempelkannya pada sketsa yang telah diberikan.
Ujungnya, semua sketsa yang telah ditempel keramik itu disatukan. Dari seluruh kelompok, kemudian sketsa itu membentuk logo dan tulisan PDI Perjuangan.
Keempat permainan tersebut menempatkan kerja sama bukan sekadar sebagai pembagian tugas, melainkan sebagai proses saling mendengar, memahami kemampuan anggota, dan menjaga satu sama lain.
Tim Editor