Memaknai Aspek Ideologis dalam Pergerakan Politik Kader
Kabupaten Boyolali – Setelah Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PAC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah Angkatan II dibuka langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Dolfie OFP, para peserta kemudian diberi paparan materi untuk mendalami eksistensi ‘partai’ sebagai alat perjuangan.
Bertempat di Asrama Haji Donohudan, Jumat malam (23/10), materi mengenai Marhaenisme, Pancasila 1 Juni, dan Trisakti Bung Karno menjadi santapan pembuka yang menggugah pemahaman kader.
Disampaikan oleh Dedy Rachmadi, materi ini secara substansial menegaskan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai politik ideologis yang berpegang teguh terhadap Pancasila 1 Juni dan ide-ide Bung Karno.
Ketika partai politik lain terjebak dalam krisis identitas dan pragmatisme, PDI Perjuangan sampai detik ini masih menjaga DNA-nya sebagai partai yang dekat dengan wong cilik.
“Marhaenisme Bung Karno itu lahir dari pengamatan, dari apa yang terjadi langsung di Bumi Pertiwi. Bung Karno mencetuskan istilah Marhaenisme sebagai upaya melawan ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik saat itu,” ujar Dedy Rachmadi.
Adapun Marhaenisme itu kemudian dikenal sebagai konsep Trisila Bung Karno, tiga dasar yang lahir dari cerita kehidupan aktual, terkhusus dari kehidupan petani di wilayah Bandung Selatan.
Perjalanan lebih lanjut, Bung Karno kemudian mengalami masa-masa perjuangan politik yang cukup berat, hingga sampai diasingkan di Ende, Flores.
Dalam pengasingan itu, Bung Karno merenung, kemudian menggali dasar negara dari sendi kehidupan rakyat Indonesia. Terciptalah lima gagasan yang kemudian oleh Bung Karno disebut sebagai Pancasila.
Secara resmi, Bung Karno memperkenalkan gagasan Pancasila itu dalam Sidang Pertama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan pada 1 Juni 1945. Kelima dasar itu adalah:
- Kebangsaan Indonesia
- Internasionalisme atau Pri Kemanusiaan
- Mufakata tau Demokrasi
- Kesejahteraan Sosial
- Ketuhanan Yang Berkebudayaan
“Lima dasar itu juga merupakan buah pikir Bung Karno yang digali dari jati diri bangsa Indonesia. Maka, PDI Perjuangan sebagai partai ideologis yang memegang teguh ide-ide Bung Karno, tentu kadernya harus tau dan paham sejarah tersebut,” Dedy Rachmadi.
Tim Editor