Skip to content
-
DERAP JUANG. Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai
Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
Close

Search

PDI Perjuangan Jateng
Berita TerkiniDerap UtamaFeatured

Memaknai Aspek Ideologis dalam Pergerakan Politik Kader

By Enggar Adi Wibowo
24 October 2026 2 Min Read
Comments Off on Memaknai Aspek Ideologis dalam Pergerakan Politik Kader

Kabupaten Boyolali – Setelah Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PAC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah Angkatan II dibuka langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Dolfie OFP, para peserta kemudian diberi paparan materi untuk mendalami eksistensi ‘partai’ sebagai alat perjuangan.

Bertempat di Asrama Haji Donohudan, Jumat malam (23/10), materi mengenai Marhaenisme, Pancasila 1 Juni, dan Trisakti Bung Karno menjadi santapan pembuka yang menggugah pemahaman kader.

Disampaikan oleh Dedy Rachmadi, materi ini secara substansial menegaskan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai politik ideologis yang berpegang teguh terhadap Pancasila 1 Juni dan ide-ide Bung Karno.

Ketika partai politik lain terjebak dalam krisis identitas dan pragmatisme, PDI Perjuangan sampai detik ini masih menjaga DNA-nya sebagai partai yang dekat dengan wong cilik.

“Marhaenisme Bung Karno itu lahir dari pengamatan, dari apa yang terjadi langsung di Bumi Pertiwi. Bung Karno mencetuskan istilah Marhaenisme sebagai upaya melawan ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik saat itu,” ujar Dedy Rachmadi.

Adapun Marhaenisme itu kemudian dikenal sebagai konsep Trisila Bung Karno, tiga dasar yang lahir dari cerita kehidupan aktual, terkhusus dari kehidupan petani di wilayah Bandung Selatan.

Perjalanan lebih lanjut, Bung Karno kemudian mengalami masa-masa perjuangan politik yang cukup berat, hingga sampai diasingkan di Ende, Flores.

Dalam pengasingan itu, Bung Karno merenung, kemudian menggali dasar negara dari sendi kehidupan rakyat Indonesia. Terciptalah lima gagasan yang kemudian oleh Bung Karno disebut sebagai Pancasila.

Secara resmi, Bung Karno memperkenalkan gagasan Pancasila itu dalam Sidang Pertama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan pada 1 Juni 1945. Kelima dasar itu adalah:

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau Pri Kemanusiaan
  3. Mufakata tau Demokrasi
  4. Kesejahteraan Sosial
  5. Ketuhanan Yang Berkebudayaan

“Lima dasar itu juga merupakan buah pikir Bung Karno yang digali dari jati diri bangsa Indonesia. Maka, PDI Perjuangan sebagai partai ideologis yang memegang teguh ide-ide Bung Karno, tentu kadernya harus tau dan paham sejarah tersebut,” Dedy Rachmadi.

Tim Editor

Tags:

Bung KarnoDiklat PACFungsi EdukasiGotong RoyongJawa TengahMarhaenismeMenuju Partai sehatPAC PDI PerjuanganPancasilaPDI PerjuanganPemilu 2029Trisila
Author

Enggar Adi Wibowo

Follow Me
Other Articles
PDI Perjuangan Jateng
Previous

Diklat Angkatan II Dimulai, PAC Ditempa Menjadi Kader Ideologis

PDI Perjuangan Jateng
Next

Berangkat dari Teoritis, Struktur PAC Jawa Tengah Bakal Mencoba Praktik Eksplisit

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang merupakan Media Internal Resmi Partai berbentuk majalah online dan portal berita yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

  • Instagram
  • TikTok

Derap Juang

Panti Marhaen (Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah)
Jalan Brigjen Katamso No. 24, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, JAWA TENGAH

Email: redaksi@derapjuang.id

Copyright 2026 — Derap Juang. All rights reserved.