Jumlah Pemilih Anak Muda Naik, Media Sosial Jadi Arena Kompetisi Argumen
Kabupaten Boyolali – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo menjadi pemateri akhir dalam rangkaian acara Training of Trainer (ToT) Pendidikan dan Pelatihan PAC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (04/10/2026).
Mantan Gubernur Jateng itu datang dan membawakan materi yang diberi judul ‘Evolusi Strategi Kampanye Politik’.
Penekanannya adalah strategi kampanye hari ini mulai beralih dari sisi konvensional menjadi lebih modern, terutama dalam hal penggunaan media sosial.
Sebagai informasi, jumlah DPT di Indonesia pada Pemilu mendatang adalah 203,06 juta jiwa, dimana 118,6 juta jiwa atau 58,4% adalah Gen Z dan Millenial.
Fakta demografi itu menurut Ganjar harus disikapi dengan bijak dan cermat, termasuk dengan cara melihat voting behavior-nya.
“Paradigma hari ini harus merujuk pada aspek yang benar benar lokal, benar-benar terjadi pada masyarakat. Kredibilitas telah berpindah dari Lembaga atau institusi ke figur individu,” paparnya.
Di sisi lain, jumlah konten video yang jumlahnya semakin hari semakin naik di platform TikTok, WA, dan IG harus dibarengi dengan strategi merangkul anak muda.
Bagi Ganjar, anak muda tidak boleh sekadar menjadi konsumen konten politik. Mereka mesti turut menjadi subjek yang ada di dalam politik dan aspirasinya didengar.
Termasuk dalam pengikutsertaaan anak muda di kampanye digital, dirinya berharap mereka bisa ikut mewarnai dengan kreativitas dan inovasinya.
“Yang paling penting, aturan mutlak PDI Perjuangan; tanpa bot, tanpa akun palsu. Gunakan relawan beridentitas dan jalankan kampanye secara etis,” pungkasnya.
Tim Editor