Trik Komunikasi Ala Bambang Pacul, Begini Caranya!
Kabupaten Boyolali – Ketua DPP PDI Perjuangan, Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A atau yang lebih akrab disapa Bambang Pacul kembali berjumpa dengan jajaran Kader PDI Perjuangan Jawa Tengah dalam acara ToT Diklat PAC di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (04/10/2026).
Kali ini, ia berkesempatan untuk memberikan paparan materi mengenai pentingnya public speaking bagi seorang kader partai.
Bagi Wakil Ketua MPR RI itu, public speaking adalah bagian dari komunikasi, kemampuan mendasar yang wajib dimiliki siapapun yang berada di lingkungan politik.
“Apa pentingnya? Karana politisi adalah tokoh publik. Kalau tokoh publik tidak bisa ngomong di muka publik, berarti bukan orang yang penting dong,” paparnya.
Parameter dalam public speaking menurutnya juga sangat mudah dilihat. Selain dari substansi yang dibawakan, apabila audiens merasa tercerahkan, maka itu menjadi bagian dari keberhasilan komunikasi.
“Kalau publik menyukai kamu bicara, berarti kamu berhasil. Intinya, ketika kamu habis bicara di depan publik, kemudian publik terpuaskan dan happy,” tegasnya.
Terkait dengan prinsip penyampaian pidato di hadapan publik, Bambang Pacul menegaskan jika terdapat tiga aspek paling penting;
- Performance
- Pause (hentian)
- Poise (rasa percaya diri)
“Performance ini harus digarisbawahi. Penampilanmu wajib okey, pakailah pakaian yang paling kau sukai, sikapnya harus yakin, jalannya tegap. Kalau perlu, bangun hubungan dengan simbol,” lanjutnya.
Terkait metode melatih diri agar memiliki keterampilan public speaking, Bambang Pacul menandaskan terdapat tiga latihan yang wajib dilakukan;
- Olah vokal (suara, intonasi, artikulasi)
- Olah visual (ekspresi dan kontak mata)
- Olah tubuh (gesture dan sikap badan)
Adapun struktur pidato di hadapan publik menurutnya harus terdiri dari 3 hal; yakni pembuka, isi, dan penutup. Ketiganya mesti ada dalam satu rangkaian yang runtut dan sistematis.
“Boleh membuka dan menutup pidato dengan pantun, tapi yang ada kaitannya dengan inti utama pidato. Kalau tidak ada kaitannya, tidak usah. Hati-hati juga kalau mau membuka pidato dengan humor, agar suasana tidak mati,” pungkasnya.
Tim Editor