Targetkan Menang Pemilu, Dolfie: Struktur Partai Harus Digerakkan Aspek Ideologis
Kabupaten Boyolali – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Dolfie OFP menegaskan bahwa partai politik sejatinya merupakan alat perjuangan untuk merubah nasib wong cilik, sehingga mereka bisa Merdeka secara politik dan ekonomi.
Hal itu disampaikan oleh Dolfie ketika memberikan paparan matari di hadapan peserta ToT Pendidikan dan Pelatihan PAC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah di Asrama Hadi Donohudan, Boyolali (03/10/2026).
Ketika memperjuangkan nasib wong cilik dianggap sebagai sebuah kebenaran mutlak dan kewajiban yang mesti ditunaikan oleh kader, maka hal itu bakal berimplikasi terhadap elektoral partai.
Setelah aspek ideologis terpenuhi, aspek strategis dan taktis juga mesti dipikirkan secara cermat, agar pergerakan partai sampai pada tujuan utamanya.
“Di Jateng, kita tata fungsionaris partai selengkap mungkin, kita tingkatkan kapasitasnya, dan kita susun strategi matang untuk pemenangan,” papar Dolfie.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI itu juga menegaskan partai punya tantangan aktual yang harus dihadapi. Situasi global yang tidak menentu menjadikan pemilik modal besar terkonsolidasi lintas politik dan berusaha menyerang PDI Perjuangan, karena partai ini memiliki tujuan mewujudkan kesejahateraan bersama.
Di sisi lain, koalisi pemerintahan yang gemuk menjadikan kerentanan ‘netralitas’ terhadap program dan kebijakan publik.
Begitu juga dengan propaganda digital serta perilaku pemilih yang beralih ke sisi pragmatis-transaksional, bukan lagi pada ide dan gagasan.
Maka, kader PDI Perjuangan harus memahami situasi pelik itu sekaligus mencari solusi yang konkret, agar tetap menang dalam pemilu-pemilu selanjutnya.
“Kita sekarang sudah punya pengurus. Tugas kita selanjutnya adalah bagaimana pengurus itu bisa bersama rakyat. Kemudian, ending-nya adalah bagaimana pengurus dan rakyat bisa bersama mencapai tujuan,” tegasnya.
Bagi Dolfie, struktur partai harus bisa terkomando dan bisa digerakkan, bukan sekadar berada dalam tataran jabatan formalitas.
“Bukan sekadar SK, rapat, kegiatan, dan administrasi. Struktur punya kewajiban untuk memimpin, mengorganisir, dan menggerakkan,” pungkasnya.
Tim Editor