Belajar dari Sejarah Partai, Djarot: Kita Punya Jati Diri Ideologis
Kabupaten Boyolali – Agenda Training of Trainer (ToT) Pendidikan dan Pelatihan PAC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah menjadi semakin menarik, lantaran Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat ikut hadir memberikan paparan materi, Sabtu malam (03/10/2026).
Didampingi oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Dolfie OFP, kedatangan Djarot Nampak disambut hangat oleh fungsionaris DPD Partai Jateng dan seluruh peserta ToT di Aula Asrama Haji Donohudan.
Dirinya membawakan materi mengenai Sejarah partai dan arti penting kader menyikapi eksistensi sejarah tersebut.
Djarot menyampaikan, bahwa belajar mengenai sejarah partai bukan hanya untuk beromantika dan bernostalgia.
“Kita harus paham apa yang menjadi pembeda kita dengan partai lain, apa sebenarnya jati diri kita. Kita tau bahwa jati diri PDI Perjuangan adalah partainya wong cilik. Siapa? Kaum marhaen,” paparnya.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa terdapat pembeda aspek ideologis antara PDI Perjuangan dengan partai yang lain.
“Ideologi kita adalah Pancasila yang dijiwai dengan semangat kelahirannya. Artinya, kita tidak bisa lepas dengan yang mencetuskan Pancasila, Bung Karno,” terang Djarot.
Khusus di Jawa Tengah, Djarot menyoroti jika PDI Perjuangan menjadi kekuatan politik yang sangat besar dan tidak pernah kalah sejak era reformasi.
Menurut Djarot, prestasi ini terbentuk karena seluruh kader partai punya kepercayaan diri penuh untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat.
“Maka, hari ini kita harus percaya diri dengan keyakinan kita untuk memenangkan pemilu bersama-sama,” pungkasnya.
Tim Editor