KENDAL – Deru drumband siswa taman kanak-kanak dan sahutan pantun bocah-bocah menyambut peresmian jalan rabat beton sepanjang 130 meter di RT 02 RW 06, Desa Manggungsari, Weleri, Kendal, Jumat, 2 Mei 2026. Proyek infrastruktur ini tidak sekadar soal pengerasan jalan, melainkan upaya memantik kualitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput.
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, yang hadir meresmikan fasilitas tersebut, menegaskan bahwa konektivitas fisik hanyalah pintu masuk. Target utamanya adalah pembangunan mental dan intelektual warga.
“Perbaikan akses ini harus linier dengan pembangunan mental. Bukan sekadar jalan mulus, tapi bagaimana warga semakin erat dan potensi lokal tergali,” ujar Samuel di hadapan warga yang memadati lokasi.
Infrastruktur dan Investasi Literasi
Samuel menyoroti aksi marching band anak-anak setempat bukan sekadar seremonial, melainkan simbol potensi yang butuh wadah. Sebagai langkah konkret, ia berencana membangun Teras Baca atau rumah baca di Manggungsari. Program ini dirancang untuk memerangi ketertinggalan informasi sekaligus menyuntik minat baca sejak dini.
“Literasi adalah investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak di desa punya akses pengetahuan yang setara dengan mereka di kota,” tambahnya. Samuel juga menitipkan pesan agar warga tetap memegang teguh kearifan lokal Jawa sebagai identitas budaya di tengah modernisasi.
Sinergi Daerah
Dukungan senada datang dari Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Perempuan yang akrab disapa Mbak Tika ini menilai jalan beton tersebut merupakan urat nadi baru bagi mobilitas warga Dusun Manggung.
“Dampaknya multifaset; mulai dari mempermudah akses kesehatan, pendidikan, hingga memutar roda ekonomi warga lebih cepat,” tutur Tika.
Komitmen Desa
Kepala Desa Manggungsari, Eko Budhi Utami, menyambut baik rencana pengembangan ruang literasi tersebut. Pihaknya menyatakan siap menyediakan lahan maupun memanfaatkan rumah warga sebagai titik baca.
“Ini kebanggaan bagi desa. Kami berkomitmen menjaga fasilitas ini dan segera menyiapkan ruang untuk program literasi agar manfaatnya berkelanjutan,” pungkas Eko.
Tim Editor















