Skip to content
-
DERAP JUANG. Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai
Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
Close

Search

Ojo Pedhot Oyot
Berita TerkiniDerap UtamaFeaturedJAWA TENGAHKAB TEMANGGUNGKorea Korea Melenting

‘Ojo Pedhot Oyot’ dan Akar Sejarah PDI Perjuangan

By Enggar Adi Wibowo
17 April 2024 2 Min Read
Comments Off on ‘Ojo Pedhot Oyot’ dan Akar Sejarah PDI Perjuangan

Kota Semarang – Bagi keluarga besar PDI Perjuangan, khususnya di Jawa Tengah, istilah Ojo Pedhot Oyot mungkin sudah sangat familiar didengar. Istilah ini secara etimologi memiliki arti ‘Jangan Putus Akar’. Maksudnya, seluruh pergerakan politik yang dilakukan oleh kader Partai tidak boleh terputus dari akar sejarah, tata nilai, dan ide-ide untuk memperkuat tenaga Kaum Marhaen.

Istilah itu juga terus digaungkan oleh seluruh struktur Partai, terlebih Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Ir. Bambang Wuryanto alias Bambang Patjul. Ia merupakan tokoh kunci di Jateng yang selalu mengingatkan kader untuk mempertebal niat dalam mengabdikan diri sebagaimana Dedication of Life Bung Karno.

Dalam berbagai acara Partai, Bambang Patjul menyampaikan jika tugas pertama dan yang paling utama dari seorang kader ialah menambah tenaga Kaum Marhaen (Wong Cilik). Hal itu tidak terlepas dari akar sejarah PDI Perjuangan, di mana Partai berlambang banteng moncong putih ini memang memiliki grassroot rakyat kecil seperti petani, nelayan, buruh, pedagang, dsb.

Bahkan pada masa Orde Baru (Orba), PDI Perjuangan yang saat itu masih bernama PDI dijuluki sebagai Partai sandal jepit. Makna sandal jepit ini merujuk pada kondisi Wong Cilik yang memang saat itu belum bisa untuk membeli sepatu dan alas kaki yang bagus.

Seiring berjalannya waktu, PDI yang akhirnya berubah nama menjadi PDI Perjuangan berubah menjadi Partai terbesar di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Ketum Ibu Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan juga menjadi satu-satunya Partai yang mencetak hattrick pemilu, yakni pada Pemilu 2014, 2019, dan 2024.

Akar sejarah yang panjang ditambah perjuangan yang luar biasa dari seluruh kader menjadi salah satu faktor kunci PDI Perjuangan berjaya. Di satu sisi, PDI Perjuangan juga konsisten memegang teguh tata nilai serta ide-ide Bung Karno yang pro Wong Cilik.

Oleh sebab itu, maka adagium Ojo Pedhot Oyot menjadi relevan untuk terus digaungkan. Secara tidak langsung, hal itu mengingatkan kembali seluruh keluarga besar Partai agar terus beretrospeksi terhadap romantika masa lalu. PDI Perjuangan dengan Wong Cilik adalah dua hal yang tak terpisahkan, saling menguatkan satu sama lain untuk mencapai tujuan bangsa dan cita-cita nasional.

Tim Editor

Tags:

Bambang PaculDPC PDI PerjuanganFungsi AgregasiFungsi ArtikulasiFungsi AspirasiFungsi EdukasiFungsi ElektoralJawa TengahMenuju Partai sehatPDI Perjuangan
Author

Enggar Adi Wibowo

Follow Me
Other Articles
Previous

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi Apresiasi Kinerja Jajaran Pasca Libur Idul Fitri

Korps KJ
Next

Korps KJ dan Solidaritas Erat Kader yang Terbangun

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang merupakan Media Internal Resmi Partai berbentuk majalah online dan portal berita yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

  • Instagram
  • TikTok

Derap Juang

Panti Marhaen (Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah)
Jalan Brigjen Katamso No. 24, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, JAWA TENGAH

Email: redaksi@derapjuang.id

Copyright 2026 — Derap Juang. All rights reserved.