Kabupaten Karanganyar – Di bawah bayang-bayang Gunung Lawu, urusan perut dan kesehatan tak bisa menunggu. Dolfie OFP, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, turun langsung menemui warga di Desa Kebak, Jumantoro, dan Kalisoro.
Tiga desa tersebut mendapat sentuhan langsung dari Dolfie dengan aksi nyata, khususnya melalui kerja politik.
Bagi Dolfie, politik bukan sekadar angka di atas kertas Jakarta, melainkan cangkul petani yang terus mengayun dan tungku UMKM yang tetap mengepul. Ia menyalurkan bantuan konkret tiga sektor vital.
Pertama adalah untuk dunia pertanian. Dolfie memastikan setiap petani harus mempunyai akses terhadap alat produksi. Tujuannya adalah menjaga komoditas pertanian tetap berkualitas dan jumlahnya mencukupi.
Hal tersebut tentu selaras dengan program pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Bagi Dolfie, cita-cita tersebut harus dibumikan, terutama dengan membantu para petani yang ada di desa-desa.
Kedua adalah sektor UMKM. Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng itu berpandangan bahwa ekonomi bangsa Indonesia bisa bergerak dan bertumbuh apabila seluruh warga memiliki daya saing dan kapabilitas yang mumpuni di bidang ekonomi.
UMKM menjadi bagian terbesar dari roda perekonomian nasional. Selain cakupannya luas, UMKM diharapkan mampu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Adapun yang ketiga adalah sektor kesehatan. Bagi Dolfie, akses mudah, murah, dan berkualitas terhadap dunia kesehatan adalah mandat bernegara dan diterjemahkan secara konkret melalui undang-undang.
Dengan kerja politik yang berorientasi pada bakti kepada rakyat, sektor kesehatan bagi Dolfie harus mendapat perhatian yang intens. Salah satu di antaranya adalah menghadirkan ambulance gratis dengan tujuan memangkas jarak antara warga dan fasilitas medis.
Dolfie menambahkan, kerja politik yang dilakukan ini bukan sekadar bagi-bagi bantuan, melainkan upaya merajut kembali harapan wong cilik di Karanganyar. Karena pada akhirnya, keberhasilan pembangunan diukur dari senyum di wajah mereka yang bekerja di garis depan.
Tim Editor














