
Jakarta – Ketua DPR RI, Mbak Puan Maharani memimpin pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI. Ia menyampaikan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian DPR, mulai dari persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji 2026, kasus super flu, hingga evaluasi izin pemanfaatan hutan dan alih fungsi hutan.
Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 digelar dalam Rapat Paripurna yang berlangsung di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
“Tahun 2025 telah kita lalui dengan berbagai dinamika perekonomian, di tengah ketidakpastian global dan tuntutan pembangunan nasional yang semakin kompleks,” kata Mbak Puan dalam pidato pembukaan masa sidang DPR.
“Dalam situasi tersebut, APBN berperan penting menjaga stabilitas dan menopang gerak perekonomian nasional,” sambungnya.
Menurut Mbak Puan, APBN Tahun Anggaran 2026 diarahkan tidak hanya untuk menjaga kesinambungan fiskal, melainkan juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas.
“Pertumbuhan yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. Kita akan memastikan kebijakan fiskal bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan dapat mewujudkan kehidupan rakyat yang lebih baik,” tegas cucu Bung Karno tersebut.
Sementata untuk fungsi pengawasan, Mbak Puan menyebut DPR RI akan mengarahkan pada pelaksanaan undang-undang maupun kebijakan pemerintah di berbagai bidang yang menjadi tugas dari setiap Alat Kelengkapan Dewan.
“Sehingga kinerja pemerintah dapat optimal dalam memberikan pelayanan umum bagi rakyat dan mempercepat pembangunan,” tuturnya.
Dalam pembahasan di Alat Kelengkapan Dewan, Mbak Puan merinci DPR RI akan memprioritaskan berbagai isu strategis yang menjadi perhatian masyarakat, antara lain mengenai ketersediaan BBM, listrik, dan bahan pangan pasca bencana di Sumatera dan wilayah lainnya.
Lebih lanjut, Mbak Puan berbicara soal fungsi diplomasi DPR. Pada masa persidangan ini, DPR akan mengikuti serangkaian kegiatan multilateral yang akan berguna untuk meningkatkan kerja sama antarnegara dan memperkuat politik luar negeri Indonesia sebagai bagian dari diplomasi parlemen.
Pihaknya menyatakan DPR juga berkomitmen untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian kawasan melalui dialog, kerja sama, dan saling pengertian di berbagai forum internasional.
“Sehingga Indonesia dapat tampil sebagai bangsa yang bermartabat, berdaulat, dan berkontribusi nyata bagi terciptanya tata dunia yang lebih baik, adil, damai, dan sejahtera,” ucapnya.
Usai menyampaikan pidato, Puan secara resmi membuka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI.
“Tibalah saatnya, kita memasuki masa persidangan, menjalankan fungsi konstitusional untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Tim Editor














