Mbak Casytha Dorong Kader HMI Lahirkan Karya dan Inovasi dengan Pemikiran Kritis

0
Mbak Casytha
Foto: Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilakukan oleh Anggota DPD RI Dapil Jateng, Casytha Arriwi Kathmandu bersama Kader HMI di Rumah Makan Adem Ayem Adi Sucipto, Kota Surakarta (13/12/2025)

Kota Surakarta – Srikandi politik berjuluk ‘Duta Warga Jateng’, yakni Casytha Arriwi Kathmandu menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) wilayah Jawa Tengah.

Kegiatan yang terselenggara di Rumah Makan Adem Ayem Adi Sucipto, Kota Surakarta ini ditujukan untuk memupuk semangat kebangsaan bagi mahasiswa.

Sosok yang akrab disapa Mbak Casytha ini menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) adalah pedoman yang harus dipegang teguh oleh mahasiswa.

“Mahasiswa itu erat kaitannya dengan kaum cendekiawan. Artinya harus ada dasar ideologis untuk melangkah, supaya semua langkah progresifnya bermuara pada nilai-nilai yang bermanfaat bagi masyarakat,” paparnya, Sabtu (13/12/2025).

Beretrospeksi terhadap sejarah yang ada, Senator Dapil Jateng itu menilai HMI memiliki peran panjang dalam dunia pergerakan. Di dunia akademik, mereka sudah teruji. Pun begitu dengan karya dan inovasi yang dilakukan oleh kader HMI.

“Sesuatu yang sudah baik ini mesti dirawat. Ditingkatkan di semua lini, sehingga baik di dunia pendidikan, kemasyarakatan, bahkan teknologi, seluruh kader HMI bisa berkiprah penuh,” lanjutnya.

Terkait tantangan aktual yang dihadapi oleh mahasiswa, Mbak Casytha menegaskan bahwa kecanggihan teknologi harus diikuti penuh.

Keberadaan Artificial Intelligence (AI) apabila tidak disikapi akan membuat mahasiswa kalah saing dengan mesin. Dampak lebih jauh, mereka bisa kehilangan lapangan kerja.

“Melek teknologi itu wajib. Kalau dasarnya adalah empat pilar, hasilnya tentu untuk kemajuan dan kebaikan rakyat,” tegasnya.

Terkakhir, Mbak Casytha berpesan supaya HMI tidak kehilangan idealisme-nya sebagai pusat pergerakan mahasiswa. Kritis, solutif, dan inovatif harus menjadi jati diri anggota HMI untuk menyikapi persoalan dan tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita negara yang menganut demokrasi. Jadi, apabila ada ide yang disandingkan dengan ide itu akan menghasilkan sesuatu yang produktif. Poin pentingnya adalah untuk kebaikan, bukan untuk gagah-gagahan, tidak boleh memecah,” pungkasnya.

Tim Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here