Hadapi Tantangan Aktual Bangsa, Sofwan: Persatuan Jadi Kunci Utama

0
Sofwan Dedy Ardyanto
Foto: Anggota MPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto Mengajak Anak Muda untuk Menjadi Motor Penggerak Persatuan Nasional dalam Agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jambu Klutuk Resort Temanggung (14/03/2026)

Kabupaten Temanggung – Anggota MPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto mengingatkan pentingnya persatuan nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan persatuan yang terjalin, maka stabilitas politik bisa tercipta. Muaranya adalah stabilitas ekonomi negara yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jambu Klutuk Resort Temanggung, Sofwan berpesan agar anak muda ikut menjadi motor penggerak persatuan.

Perbedaan pandangan, keberagaman ide, hingga multiperspektif ilmu menurutnya adalah khazanah yang saling melengkapi.

“Kepentingan bangsa yang paling utama. Berbeda-beda itu wajar, tapi tidak untuk saling menjatuhkan, karena kita Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Sofwan, Sabtu sore (14/03/2026).

Ketika anak muda bisa bersatu serta memiliki kesadaran kolektif untuk kehidupan berbangsa yang lebih baik, Sofwan meyakini dampaknya pun akan memiliki signifikansi.

Sebagai contoh, pada tahun 1908, para cendekia yang mayoritas adalah anak muda membuat persatuan bernama ‘Boedi Oetomo’. Ini menjadi titik awal lahirnya pergerakan nasional menuju Indonesia merdeka.

Menjelang Proklamasi 17 Agustus 1945, para pemuda secara heroik atas dasar kecintaan pada tanah air juga mempunyai cara tersendiri untuk mengamankan Bung Karno dari kelicikan penjajah. Momen itu dikenal sebagai Peristiwa Rangasdengklok.

Maka, di zaman setelah bangsa Indonesia merdeka, anak muda harus mengisi ruang-ruang tersebut dengan gerakan dan kegiatan yang produktif.

Tantangan lain, kondisi geopolitik internasional juga sedang memanas. Konflik di Timur Tengah yang melibatkan negara-negara teluk dan barat dijelaskan oleh Sofwan memiliki dampak turunan.

Eskalasi antara Iran dan AS-Israel diprediksi akan berimbas pada kenaikan harga minyak dunia. Padahal, minyak adalah sumber energi utama yang menggerakkan mesin produksi. Ketika pabrik kekurangan pasokan energi, maka dampaknya adalah kenaikan harga yang tinggi.

“Ini tidak mudah untuk dihadapi. Jangan diperparah dengan konflik di internal negeri. Kita bersatu, kita hadapi,” tandas Sofwan.

Tim Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here