Gelar Diskusi Bersama Pelaku UMKM Cilacap, Adisatrya: Perlu Pahami Sistem OSS

0

Kabupaten Cilacap – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Adisatrya Suryo Sulisto menggelar kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) yang bertajuk, “Fasilitasi Permasalahan Perizinan Berusaha Usaha Mikro Kecil (UKM)”,  bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kab. Cilacap, serta para pelaku UMKM. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual, diselenggarakan di Hotel Atrium Cilacap, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Kamis (16/9/2021).

Dalam kesempatan ini, Adisatrya Suryo Sulisto menjelaskan,”tidak terasa sudah kurang lebih satu tahun pemberlakuan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Undang-Undang yang menjadi landasan hukum dari penerapan Sistem Online Submission (OSS), suatu sistem perizinan berusaha berbasis daring yang ditujukan untuk memberikan kemudahan pengajuan izin berusaha bagi para pelaku usaha di Indonesia,” tuturnya.

Adisatrya Suryo Sulisto menggelar kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) secara virtual

Adisatrya menambahkan, salah satu tujuan dari FGD adalah membantu rekan-rekan para pelaku UMKM di Kab. Cilacap yang sempat atau hingga saat ini masih mengalami kendala dalam mengajukan perizinan berusaha melalui OSS.

“Beberapa saat yang lalu, Kementerian Investasi baru saja memperbaharui sistem OSS menjadi sistem OSS berbasis Risiko, yang tentunya juga perlu dipahami oleh rekan-rekan sekalian, mengenai apa saja yang mengalami perubahan di dalam OSS, sehingga rekan-rekan mendapatkan informasi dengan baik mengenai OSS berbasis Risiko itu sendiri,” imbuhnya.

Adisatrya berharap kepada para pelaku UMKM, agar dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dalam menggali jawaban mengenai perizinan berbasis online melalui OSS kepada para narasumber yang berkompeten.

Koresponden : Arsend

Baca Juga :   Bendera PDI Perjuangan Dibakar, DPC PDI Perjuangan Kab. Purworejo Lakukan Konsolidasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here