DPC PDI Perjuangan Banyumas Ikuti Webinar DPP Partai

0

Kabupaten Banyumas – Sebagai rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48, yang di selenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan melalui Badan penelitian Pusat (Balitpus) dengan mengadakan Seminar Online (Webinar) secara nasional. Kegiatan webinar tersebut diikuti oleh seluruh jajaran DPD, serta DPC PDI Perjuangan seluruh indonesia, Rabu, (23/12/2020).

DPC PDI Perjuangan Kab. Banyumas mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan. Hal tersebut merupakan sikap tegak lurus terhadap Intruksi Partai. Kegiatan webinar yang mengusung tema “Evaluasi Sistem Politik dan Demokrasi Pasca Revolusi” tersebut, diikuti oleh Pengurus DPC PDI Perjuangan Kab. Banyumas yang dilaksanakan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kab. Banyumas.

DPC PDI Perjuangan Kab. Banyumas mengikuti webinar dalam rangkaian peringatan HUT PDI Perjuangan ke-48

Dalam kegiatan webinar yang di hadiri pula oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kab. Banyumas, Arie Suprapto, Wakil Sekretaris Bidang Eksternal DPC PDI Perjuangan Kab. Banyumas, Hendro prayitno, serta Kader Komunitas Juang Banyumas, di aksanakan dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan di tengah Pandemi Covid-19.

Kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan, menghadirkan narasumber, Dr. Philips Vermonte, (peneliti politik, direktur Eksekutif CSIS), Dedy Sitorus (Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI), Titi Anggraini (PERLUDEM), serta Dr. Kusunanto Anggoro (Peneliti Politik, Direktur Eksekutif CIRS ), serta Lukito Tuwo (Sekretaris Bapilus), bertindak sebagai Moderator.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kab. Banyumas, Arie Suprapto mengatakan, kegiatan webinar ini sangat penting untuk meningkatkan iklim demokrasi. Terlebih untuk menghadapi pemilu nantinya. Dalam demokrasi pasca reformasi 1998, perlu adanya perombakan dalam sistem demokrasi di Indonesia”

Sementara itu, Philips Vormente menutup, “PDI Perjuangan memberi pelajaran pada iklim demokrasi di Indonesia. Perlu diingat, pada saat PDI Perjuangan menjadi oposisi dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2014, menjadikan tujuan Indonesia rumah untuk semua. Bagaimana menjadikan sistem politik di Indonesia melahirkan pemimpin yang dapat mewujudkan cita-cita Indonesia nantinya,” tutupnya.

Baca Juga :   Lawan Kotak Kosong, Sri-Bambang Tak Anggap Remeh

Koresponden : Egar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here