Jakarta – Merespon isu yang saat ini menerpa Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI Perjuangan Puan Maharani atau yang akrab disapa Mbak Puan, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI Perjuangan Bambang Wuryanto memberi pemahaman yang tepat guna meluruskan perspektif publik yang saat ini keliru.

Bambang Patjul, sapaan akrab Bambang Wuryanto menjelaskan kepada publik bahwa tidak ada maksud dari Mbak Puan untuk memicu perpecahan publik. Menurutnya, pernyataan Mbak Puan didasarkan atas fakta dan sebagai semangat untuk para kader PDI Perjuangan yang maju pada kontestasi Pilkada Serentak tahun 2020 ini.

“Lebih Pancasilais itu artinya ada situasi (mungkin) yang rasa intolerannya kuat sekali, sehingga karena ada suasana intoleran yang kuat, hal ini yang kemudian memicu pernyataan tersebut,” jelas Bambang Patjul yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.

Lebih lanjut, Bambang Patjul juga menegaskan, pernyataan yang dikeluarkan Mbak Puan ini dilakukan pada ruang lingkup internal kader. Selain itu, pernyataan ini tidak mengandung unsur kesalahan, karena sebagai abstraksi atas harapan Mbak Puan nantinya.

“Konstruksi Psikologisnya Mbak Puan ini kan berada di keluarga PDI Perjuangan, harapannya keluar seperti itu, apa sih yang salah dasarnya Mbak Puan? engga ada yang salah, karena berharap sesuatu menjadi lebih baik,” tegas Bambang Patjul.

Sehingga dalam kesempatan ini Bambang Patjul juga berpesan untuk masyarakat dapat saling toleran, baik dari segi adat-istiadat, suku, ras, dan agama. Hal ini karena Bangsa Indonesia terdiri dari ribuan suku yang tentunya memiliki kultur berbeda dan harus terjaga dalam satu ideologi, yaitu Pancasila.

Baca Juga :   Sriyono dan Gimanto Ikuti Fit and Propertest Pergantian Ketua DPRD Wonogiri