Antisipasi PMK, Ngesti Nugraha Perpanjang Penutupan Pasar Hewan

0

Kabupaten Semarang – Untuk mengantisipasi semakin merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ruminansia di Kab. Semarang, Pemkab berencana memperpanjang penutupan pasar hewan di seluruh wilayah. Hal itu disampaikan oleh Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., usai meninjau dua kandang komunal Sapi yang berada di Desa Kalisidi, Kec. Ungaran Timur, Rabu (1/6/2022).

Ngesti Nugraha meninjau dua kandang komunal Sapi yang berada di Desa Kalisidi, Kec. Ungaran Timur, Rabu (1/6/2022).

Dengan didampingi Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan Kab. Semarang, Wigati Sunu, serta Kades Kalisidi, Dimas Prayitno Putra, Ngesti Nugraha melihat langsung kondisi puluhan ternak Sapi perah yang terjangkit PMK. Dalam hal ini, puluhan Peternak mengikuti kunjungan tersebut dengan penuh antusias. Mereka mengeluhkan kondisi wabah penyakit yang berpotensi mendatangkan kerugian sampai puluhan juta rupiah.

Dihadapan peternak, Ngesti Nugraha mengungkapkan rasa prihatin atas bencana non alam tersebut. Menurutnya, Pemkab Semarang akan terus berupaya menekan penyebaran PMK dengan berbagai cara dan kerjasama antar instansi.

“Penutupan seluruh pasar hewan sampai 6 Juni 2022 mendatang direncanakan akan diperpanjang. Hal itu untuk mengendalikan lalu lintas ternak dari luar daerah, agar tidak mudah masuk ke Kab. Semarang. Selain itu, Pemkab juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan PMK. Pembentukan satgas itu akan dibahas lebih lanjut bersama Forkompimda dan instansi terkait,” ungkap Ngesti Nugraha, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kab. Semarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan, Wigati Sunu menjelaskan, PMK pertama kali teridentifikasi pada pertengahan Mei lalu. Sampai dengan akhir Mei lalu, tercatat ada 494 ekor Sapi yang diduga (suspect) PMK.

Koresponden : Black

Baca Juga :   KomandanTe Dapil 1 Wonogiri Dampingi First Gathering Imapres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here