
KENDAL – Di bawah langit Kendal yang masih menyimpan mendung duka, mesin politik PDI Perjuangan Jawa Tengah mulai dipanaskan. Konsolidasi organisasi yang digelar pada Minggu, 1 Maret 2026 ini bukan sekadar seremoni perkenalan pengurus baru, melainkan upaya strategis mengukuhkan soliditas di tengah tantangan kultural “basis hijau” yang mengakar kuat di pesisir Pantura.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Dolfie OFP, menegaskan bahwa soliditas organisasi adalah ruh yang menghidupkan mesin partai. Baginya, mandat memimpin Jawa Tengah menuntut implementasi konkret konsep “5 Mantap”: ideologi, organisasi, kader, program, dan sumber daya.
“Kunjungan ini melampaui seremoni. Kami memastikan setiap sekrup dalam mesin partai bergerak selaras untuk memastikan kelima pilar tersebut terimplementasi di lapangan,” ujar Dolfie di hadapan ratusan kader.

Bayang-bayang Basis Hijau
Secara historis, Kendal memang menjadi medan laga yang menantang bagi banteng. Meski saat ini kursi Bupati diduduki oleh kader PDI Perjuangan, Dyah Kartika Permanasari, realitas elektoral menunjukkan bahwa legislatif masih didominasi oleh kekuatan berbasis massa religius atau “basis hijau”.
Pertemuan ini pun terasa emosional. Ada kursi kosong yang sulit digantikan secara simbolis menyusul berpulangnya Ketua DPC PDI Perjuangan Kendal, Ahmad Suyuti, beberapa waktu lalu. Di tengah suasana duka tersebut, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kendal, Bintang Yudha Daneswara, mencoba membakar optimisme baru.
Daneswara memaparkan capaian 7 kursi pada Pileg 2024 sebagai modal dasar. Namun, ia tidak menutup mata pada kelemahan struktural. Saat ini, kepengurusan di tingkat ranting masih didominasi oleh petani berusia lanjut, sebuah tantangan besar di era disrupsi digital.
“Kami menyadari ada celah yang harus ditambal. Target 2029 bukan sekadar menambah kursi, tapi bagaimana kami merebut hati Gen Z, milenial, dan memperkuat penetrasi digital di akar rumput,” ungkap Daneswara.
Strategi Rangkul Tokoh Desa
Untuk mengimbangi dominasi basis hijau, PDI Perjuangan Kendal merancang strategi “jemput bola”. Fokus utama adalah merekrut tokoh agama dan tokoh masyarakat desa yang memiliki pengaruh kultural kuat. Penyesuaian program kerja ini akan diselaraskan dengan kebijakan Bupati Dyah Kartika Permanasari untuk memastikan sinkronisasi antara eksekutif dan struktur partai.
Acara yang berlangsung hangat namun tetap taktis ini dihadiri oleh jajaran elit partai, di antaranya:
- H. Sumanto, S.H. (Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah)
- Samuel JD Wattimena (Anggota Fraksi DPR RI)
- Fungsionaris DPD: Joko Sutopo, Abang Baginda, Dasum, dan Eko Susilo.
Hadir pula seluruh jajaran DPC Kendal serta anggota Fraksi PDI Perjuangan di level DPRD Provinsi dan Kabupaten. Konsolidasi ini menjadi sinyal jelas: meski duka belum sepenuhnya basuh, banteng Kendal menolak untuk sekadar bertahan. Mereka bersiap menyeruduk dominasi di 2029.












