
BATANG – Gerimis tipis yang membasuh Kabupaten Batang pada Minggu, 8 Maret 2026, tak menyurutkan deru mesin politik PDI Perjuangan. Di bawah panji-panji merah yang berkibar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah menggelar roadshow konsolidasi ke markas DPC Batang. Langkah ini bukan sekadar seremoni perkenalan pengurus baru, melainkan sebuah upaya rekat-rekat organisasi demi menebus kekalahan tipis di basis “hijau” Pantai Utara.
Ruh Organisasi dan Doktrin “5 Mantap”. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Dolfie OFP, datang dengan pesan yang lugas namun filosofis. Baginya, soliditas organisasi adalah nyawa yang menggerakkan mesin partai. Tanpa kekompakan, struktur partai hanyalah raga tanpa jiwa.
“Kunjungan ini melampaui seremoni. Kami membawa misi untuk memastikan ‘5 Mantap’—Ideologi, Organisasi, Kader, Program, dan Sumber Daya—terimplementasi secara konkret, bukan sekadar jargon di atas kertas,” tegas Dolfie di hadapan ratusan kader.
Dolfie memberikan catatan khusus bagi Batang. Pada Pemilu 2024 lalu, perolehan kursi Banteng di DPRD Kabupaten Batang menyusut menjadi 7 kursi, berkurang satu kursi dibanding periode sebelumnya. Ia menekankan bahwa penetrasi kultural harus menjadi senjata utama. Di wilayah yang memiliki akar religiusitas kuat seperti Batang, pendekatan yang kaku tidak akan mempan. PDI Perjuangan harus mampu “berdialog” dengan kultur lokal untuk merebut kembali simpati rakyat.
Strategi 2029: Digitalisasi dan Ceruk Muda
Senada dengan Dolfie, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batang, Ahmad Ridwan, mengakui adanya dinamika elektoral yang menantang. Meski mengalami kontraksi satu kursi pada 2024, Ridwan optimis menatap 2029 dengan serangkaian transformasi internal.

“Kami tidak akan tinggal diam. Evaluasi sudah dilakukan,” ujar Ridwan. Ia membeberkan tiga pilar utama strategi baru:
- KTAnisasi Terintegrasi: Menertibkan administrasi dan loyalitas struktural partai.
- Magnet Milenial & Gen Z: Meracik program khusus yang relevan dengan keresahan anak muda Batang.
- Hulu Ledak Digital: Memperkuat penetrasi media sosial sebagai kanal komunikasi utama partai.
Pertemuan yang berlangsung hangat namun intens ini juga dihadiri oleh para punggawa utama partai di Jawa Tengah. Tampak hadir Sekretaris DPD, H. Sumanto, serta Wakil Bendahara DPD sekaligus anggota DPR-RI, Dede Indra Permana.
Jajaran fungsionaris seperti Joko Sutopo, Abang Baginda, dan Eko Susilo. Kehadiran fungsionaris ini menegaskan bahwa Batang tidak berjuang sendirian; ada sokongan penuh dari struktur provinsi maupun pusat.
Di ujung acara, suasana tampak cair. Namun, di balik tawa dan jabat tangan, tersirat sebuah pesan keras: Banteng Batang sedang bersiap menanduk balik, memperkuat barisan untuk memenangkan pertarungan panjang menuju 2029.











