Skip to content
-
DERAP JUANG. Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai
Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
Close

Search

Foto: Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Samuel Wattimena Memberikan Kritik Terhadap Anggaran Industri Kreatif dalam RDP Bersama Kementerian Ekonomi Kreatif di Kompleks Parlemen Senayan (01/06/2026)
Berita TerkiniFeatured

Kritik Ketimpangan Fiskal, Samuel Wattimena Soroti Mandeknya Aset Ekonomi Kreatif

By Enggar Adi Wibowo
4 June 2026 2 Min Read
Comments Off on Kritik Ketimpangan Fiskal, Samuel Wattimena Soroti Mandeknya Aset Ekonomi Kreatif

Jakarta — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Samuel Wattimena melayangkan kritik tajam terhadap postur anggaran sektor ekonomi kreatif. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Menteri Ekonomi Kreatif pada Senin, 1 Juni 2026, Samuel menengarai adanya ketimpangan fiskal yang serius pada sejumlah program strategis nasional.

Kritik legislator yang juga desainer senior ini menyasar pada tiga program yang digadang-gadang menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi: Desa Kreatif, Creative Hub, dan IP Financing (Pembiayaan Berbasis Kekayaan Intelektual).

Menurut Samuel, alokasi anggaran yang ada saat ini belum mencerminkan keberpihakan nyata pada penguatan ekosistem kreatif dari hulu ke hilir.

“Bagaimana kita bisa mendorong lompatan ekonomi baru jika program fundamental seperti Desa Kreatif dan Creative Hub di daerah-daerah justru kekurangan pasokan ‘oksigen’ fiskal?” ujar Samuel di Ruang Rapat Komisi VII, DPR RI, Senayan.

Potret Buram Aset Kreatif Nasional

Selain urusan dapur anggaran, Samuel menyoroti lambatnya eksekusi skema IP Financing. Ia menilai, hingga pertengahan tahun 2026 ini, masih banyak karya kreatif anak bangsa yang hanya berakhir sebagai portofolio mati, alih-alih bertransformasi menjadi aset produktif yang bernilai ekonomi tinggi.

Dalam catatan Samuel, ada tiga persoalan krusial yang harus segera dibenahi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif, yaitu:

  1. Ketimpangan Fiskal Pusat-Daerah: Alokasi anggaran untuk pengembangan Creative Hub di luar Jawa masih sangat minim, memicu lebarnya jurang fasilitas dan kualitas produk antarwilayah.
  2. Mandeknya IP Financing: Regulasi pembiayaan berbasis hak kekayaan intelektual belum bertaji. Ribuan karya kreatif potensial belum bisa dijadikan jaminan perbankan karena sistem valuasi yang belum matang.
  3. Proyek Seremonial Desa Kreatif: Tanpa dukungan fiskal yang berkelanjutan dan inkubasi pasar, program Desa Kreatif terancam mandek menjadi sekadar proyek seremonial tanpa dampak ekonomi jangka panjang.

Mendesak Reorientasi Anggaran

Samuel mendesak Kementerian Ekonomi Kreatif untuk segera melakukan reorientasi anggaran pada tahun berjalan. Baginya, ekonomi kreatif bukan sekadar urusan pameran atau festival kosmetik, melainkan soal membangun fondasi industri yang mandiri.

“Kita punya talenta, kita punya karya. Tapi, tanpa intervensi fiskal yang berani untuk menjadikannya aset produktif, potensi besar sektor ini hanya akan menguap di permukaan,” tegas Samuel.

Merespons rapor merah fiskal tersebut, pihak Kementerian Ekonomi Kreatif berjanji akan mengkaji ulang formula alokasi anggaran serta mempercepat koordinasi dengan lembaga keuangan.

Langkah ini diambil agar implementasi pembiayaan berbasis IP dan penguatan Creative Hub di daerah dapat segera dirasakan dampaknya oleh para pelaku industri kreatif di tanah air.

Tim Editor

Tags:

Creative HubDesa KreatifFungsi ArtikulasiIndustri KreatifIP FinancingJawa TengahMenuju Partai sehatPariwisataPDI PerjuanganPemudaSamuel Wattimena
Author

Enggar Adi Wibowo

Follow Me
Other Articles
Bung Karno
Previous

Bung Karno, Hari Lahir Pancasila, dan Gotong Royong sebagai Jati Diri Bangsa

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang merupakan Media Internal Resmi Partai berbentuk majalah online dan portal berita yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

  • Instagram
  • TikTok

Derap Juang

Panti Marhaen (Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah)
Jalan Brigjen Katamso No. 24, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, JAWA TENGAH

Email: redaksi@derapjuang.id

Copyright 2026 — Derap Juang. All rights reserved.