DPD PDI Perjuangan Jateng dan DIY Matangkan Penilaian Fatmawati Trophy, Dorong Pelestarian Kebaya sebagai Warisan Bangsa
Semarang – DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah bersama DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar rapat koordinasi persiapan penilaian Fatmawati Trophy di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2026). Rapat tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan kompetisi desain kebaya yang mengangkat semangat perjuangan Ibu Fatmawati Soekarno sebagai inspirasi dalam melestarikan budaya bangsa.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Messy Widiastuti, Rr. Maria selaku Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, perwakilan DPD PDI Perjuangan DIY, serta perwakilan DPC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah. Dalam rapat tersebut, panitia melakukan pembahasan terkait mekanisme penjurian, kriteria penilaian, hingga kesiapan teknis pelaksanaan agar proses seleksi berlangsung secara objektif, transparan, dan menghasilkan karya-karya terbaik.

Fatmawati Trophy merupakan kompetisi desain kebaya dan kerudung yang diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan kepada Ibu Fatmawati Soekarno, sosok penjahit Bendera Pusaka Merah Putih sekaligus simbol perjuangan perempuan Indonesia. Kompetisi ini bertujuan mendorong lahirnya kreativitas para desainer dalam menghadirkan karya fesyen yang mampu memadukan nilai tradisi, identitas budaya, dan sentuhan modern.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah pendaftar yang mencapai 40 orang, terdiri atas 30 peserta dari Provinsi Jawa Tengah dan 10 peserta dari DIY. Seluruh karya yang masuk akan melalui proses penilaian oleh dewan juri untuk menentukan tiga karya terbaik yang berhak menyandang predikat juara Fatmawati Trophy. Hasilnya telah terpilih 3 karya dari Kab. Wonosobo, Kab. Rembang dan Kab. Sleman
Melalui rapat koordinasi ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah bersama DPD PDI Perjuangan DIY menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian kebaya sebagai warisan budaya bangsa sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang merefleksikan semangat perjuangan, nasionalisme, dan jati diri Indonesia sebagaimana diwariskan oleh Ibu Fatmawati Soekarno.