Andreas H Pareira Tegaskan Kader Partai Jadi Tulang Punggung Pergerakan
Kabupaten Boyolali – Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira berkesempatan menjadi narasumber dalam agenda Training of Trainer (ToT) Pendidikan dan Pelatihan PAC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jumat (02/10/2026).
Dalam acara itu, ia memaparkan tentang pentingnya seorang kader partai menyadari mengapa dirinya berada di lingkungan politik.
Ketika seorang kader tau persis alasan mengapa ia bergabung di partai politik dan apa yang menjadi tujuan utamanya, maka hal itu akan menjadi penuntunnya dalam bergerak.
Andreas Hugo Pareira juga tidak menafikan bahwa partai politik sejatinya adalah alat perjuangan untuk mendapatkan kekuasaan.
Tetapi, yang membedakan PDI Perjuangan dengan partai yang lain adalah tentang bagaimana kekuasaan itu diperoleh dan untuk apa kekuasaan itu digunakan.
“Kalau dulu, sasaran utamanya Bung Karno Adalah merebut kemerdekaan. Hari ini, kita adalah memenangkan pemilu, mendapat kekuasaan secara konstitusional untuk mewujudkan cita-cita ideologis, untuk wong cilik,” paparnya.
Andreas Hugo Pareira menegaskan bahwa partai politik adalah sebuah objek. Untuk menggerakkan objek yang besar, maka dibutuhkan subjek atau kader.
Syarat utamanya, jajaran kader itu harus dipandu langkahnya oleh nilai-nilai partai dan memiliki tindakan yang solid.
“Proses di partai politik, basic-nya Adalah kader. Kader adalah tulang punggung. Tidak ada tulang punggung, tidak bisa tegak berdiri,” tandasnya.
Tim Editor