Skip to content
-
DERAP JUANG. Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai
Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
Close

Search

Berita TerkiniFeatured

Saiful Hadi Renungi Makna Bung Karno Pegang Pacul

By Enggar Adi Wibowo
17 January 2022 2 Min Read
Comments Off on Saiful Hadi Renungi Makna Bung Karno Pegang Pacul

Kabupaten Kebumen – Orang Jawa pada masa lalu memang dikenal memiliki filosofi tinggi dalam menjalani kehidupan. Sehingga tak khayal hingga kini makna yang terkandung dalam setiap jengkal langkah orang Jawa masih terus dikenang bahkan menjadi amalan laku kehidupan tersendiri.

Seperti halnya Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen, Saiful Hadi yang memegang teguh makna filosofi orang jawa. Ia mengamati foto Presiden pertama Indonesia sedang memegang sebuah pacul atau cangkul. Baginya foto itu syarat dengan makna jika masyarakat mau memahami sesuatu yang terkandung.

“Bung Karno pegang Patjul. Simbol Marhaen dan Filosofi Jawa. Terkandung makna sejati dan tidak sembarangan,” ungkap Saiful, Minggu (16/1/2021).

Secara kasat mata cangkul sebatas nama alat pertanian tradisional untuk menggarap sawah. Menurutnya makna yang terkandung dalam foto tersebut begitu dalam. Terdapat ajaran luhur berisikan pedoman dan tuntutan dalam mengarungi kehidupan ini.

“Patjul perkoro papat sing ora keno ucul. Artinya harus jangkep memiliki keempat sifat yang tidak boleh lepas satu dengan lainnya, karena semuanya saling berhubungan satu sama lain,” ucapnya.

Dalam arti tersebut, terdapat empat bagian yang tidak boleh terpisahkan yaitu: doran, tandhing, bawak dan landhep. Yang ke-empat itu juga memiliki kandungan arti yang begitu dalam.

“Kalau dicermati bangsa ini begitu kaya. Manifestasi bangsa kita dari peninggalan leluhur menunjukan bangsa kita ini besar,” tutur Saiful Hadi.

Doran yang merupakan gagang pacul ini memiliki arti aja maido Pangeran atau sebagai makhluk jangan membantah Tuhan. Kemudian Tandhing yang berarti ganjal yang ‘mengikat’ bagian tangkai dan mata pacul agar kuat dan tidak mudah lepas. Selanjutnya Bawak yaitu ‘Obahing Awak’ atau tubuh yang bergerak. Terakhir Landhep yang merupakan bagian mata pacul bagian depan yang sangat tajam. Artinya pikiran harus selalu tajam dan terus diasah agar berdaya guna.

“Benih-benih dari Bung Karno tentang Marhaenisme lahir dari seorang petani yang dalam keseharian dekat dengan pacul,” terang Saiful Hadi.

Koresponden : Red

Tags:

Bung KarnoFungsi EdukasiKab. KebumenMenuju Partai sehatPDI PerjuanganSaiful Hadi
Author

Enggar Adi Wibowo

Follow Me
Other Articles
Previous

Bupati Tiwi: Pentingnya Menjaga Komunikasi Efektif Bersama Keluarga

Next

DPC PDI Perjuangan Kebumen Sukses Gelar Senam Massal

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang merupakan Media Internal Resmi Partai berbentuk majalah online dan portal berita yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

  • Instagram
  • TikTok

Derap Juang

Panti Marhaen (Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah)
Jalan Brigjen Katamso No. 24, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, JAWA TENGAH

Email: redaksi@derapjuang.id

Copyright 2026 — Derap Juang. All rights reserved.