Skip to content
-
DERAP JUANG. Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai
Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
Close

Search

Derap UtamaFeatured

Kembali ke Jalan Ideologi

By C Ayu YA
8 October 2018 2 Min Read
Comments Off on Kembali ke Jalan Ideologi

Manifesto politik PDI Perjuangan untuk kembali ke Jalan Ideologi dikemukakan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri dalam pidato pembukaan Kongres III PDI Perjuangan di Bali, 6 April 2010. Keputusan PDI Perjuangan untuk kembali ke khittah dilandasi keprihatinan partai atas kondisi politik nasional yang sedang terjadi. “Saya sungguh berduka karena politik telah direduksi tidak lebih dari sekadar urusan perebutan dan pembagian kekuasaan antarkekuatan politik, antarelite politik. Saya berduka karena
pemahaman di atas meninggalkan inti etis dan ideologis dari politik sebagai seni dan sarana kebudayaan rakyat untuk mewujudkan kedaulatan politik, keberdikarian ekonomi,
dan jati-diri kebudayaan kita sebagai bangsa merdeka,” ungkap Ibu Megawati di hadapan
ribuan kader PDI Perjuangan yang memadati arena Kongres.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum menegaskan cita-cita yang melekat dalam sejarah PDI Perjuangan jauh lebih besar dari sekadar urusan kursi di parlemen, sejumlah menteri, ataupun Istana Merdeka. Menurut Megawati, kader PDI Perjuangan diajarkan dan ditakdirkan oleh sejarah bahwa perjuangan mengangkat harkat-martabat wong cilik seperti yang dilakukan Bung Karno adalah lebih utama dari urusan bagi-bagi kekuasaan. “Saya ingin tegaskan bahwa dalam dialektika dengan rakyat, tugas sejarah setiap kader akan dinilai dan tugas sejarah dari partai akan ditimbang. Saya berkeyakinan, dalam kegotong-royongan dan permusyawaratan dengan rakyat, masa depan PDI Perjuangan akan menemukan puncak keemasannya. Karenanya sebagai kader, kita harus berbangga bukan ketika kita bersekutu dengan kekuasaan, tapi ketika kita bersama-sama menangis dan
bersama-sama tertawa dengan rakyat.”

Sebagai partai ideologis, menurut Ketua Umum, posisi PDI Perjuangan sangat jelas: kita tidak akan pernah menjadi bagian dari kekuasaan yang tidak berpihak pada wong cilik.” Namun penegasan itu tidak berarti PDI Perjuangan anti-kekuasaan. “Tetapi ini untuk menegaskan bahwa jika kita harus memegang tampuk pemerintahan, biarkan itu terjadi karena kehendak rakyat. Dan sebaliknya, jika rakyat menghendaki kita menjadi kekuatan
penyeimbang agar prinsip checks and balances bisa berjalan, biarkan kehendak rakyat itu terjadi,” tegas Ibu Megawati yang disambut teriakan “merdeka!” ribuan kader yang memadati arena kongres. Sebagai kekuatan pengontrol dan penyeimbang, kita bukan saja diwajibkan untuk mengeritik. Tapi juga untuk mengajukan berbagai alternatif kebijakan. Bagi kepentingan bangsa , hal ini sangat strategis karena akan tersedia pilihanpilihan yang semakin beragam bagi masyarakat untuk memilih.

Author

C Ayu YA

Follow Me
Other Articles
Previous

Jadilah Bangsa yang Penuh Imaginasi

Next

Tantangan Menjadi Partai Ideologis

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang merupakan Media Internal Resmi Partai berbentuk majalah online dan portal berita yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

  • Instagram
  • TikTok

Derap Juang

Panti Marhaen (Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah)
Jalan Brigjen Katamso No. 24, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, JAWA TENGAH

Email: redaksi@derapjuang.id

Copyright 2026 — Derap Juang. All rights reserved.