Skip to content
-
DERAP JUANG. Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai
Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
Close

Search

Berita TerkiniFeatured

Mengenang Fatmawati, Ibu Negara Sang Penjahit Merah Putih

By C Ayu YA
5 February 2021 2 Min Read
Comments Off on Mengenang Fatmawati, Ibu Negara Sang Penjahit Merah Putih

Fatmawati Soekarno, sosok perempuan yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah kemerdekaan republik ini. Perannya dalam menjahit sang saka merah putih menjadikan ia pahlawan nasional. Selama masa memperebut kemerdekaan, Fatmawati berperan ganda. Selain sebagai Ibu Negara, ia juga berperan dalam menyiapkan dan memberikan ransum untuk pejuang di pasukan terdepan pertempuran. Tidak hanya urusan makan, Fatmawati kerap berorasi untuk menyemangati rakyat dan pejuang kemerdekaan.

Fatmawati dilahirkan pada 5 Februari 1923 di Bengkulu. Pada saat kecil, Fatmawati kecil dikenal dengan nama Fatimah yang berarti bunga teratai. Fatmawati pertama kali bertemu dengan Bung Karno, pada saat ia diajak ayahnya Hasan Din, untuk menemui Bung Karno yang tengah diasingkan di Bengkulu. Pertemuan itulah, yang menjadi cinta pada pandangan pertama antara Bung Karno dan Fatmawati.

Setelah menikah dengan Bung Karno, Fatmawati dengan setia menemani dan mendampingi Bung Karno dalam memimpin negeri ini. Momen terharu dan meneteskan air mata, ketika Fatmawati tidak sengaja mendengar teriakan bahwa, bendera Indonesia belum ada saat bung karno bersama tokoh lainnya sedang berkumpul menyiapkan kemerdekaan.

Mendengar teriakan itu, Fatmawati tanpa pikir panjang segera menjahit bendera merah putih, walau dalam kondis hamil tua, Fatmawati menjahitnya dengan hati-hati dan teliti. Dalam buku Berkibarlah Benderaku (2003), yang ditulis oleh Bondan Winarno, diketahui Fatmawati sambil menitikan air mata ketika menjahit sang saka merah putih. Di tengah tetesan air mata itu, ia berkata berkibarlah benderaku, tradisi pengibaran bendera pusaka.

Tetesan air mata Fatmawati merupakan ungkapan keharuannya atas perjuangan panjang rakyat Indonesia dan para pemimpinnya dalam meraih kemerdekaan secara mandiri hingga tahap akhir.

Di awal revolusi kemerdekaan, bendera merah putih berkibar siang dan malam, kibaran itu menjadi sumbu semangat kemerdekaan. Hingga sampailah pada tanggal 17 Agustus 1945, perjuangan bangsa ini mencapai titik kulminasi dengan diawali pembacaan teks proklamasi yang dibacakan oleh Bung Karno didampingi Bung Hatta. Dan bendera merah putih berkibar sebagai wujud simbolis kemerdekaan bangsa ini.

Bendera Merah Putih mengandung makna yang dalam. Warna merah artinya berani, putih berarti suci. Warna merah juga melambangkan tubuh manusia, sementara putih menggambarkan jiwa manusia. Secara garis besar, bendera Merah Putih juga memuat identitas dan nilai-nilai bangsa, yaitu kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme.

Penulis: Safii Mohamad

Tags:

Fungsi EdukasiMenuju Partai sehat
Author

C Ayu YA

Follow Me
Other Articles
Previous

DPC PDI Perjuangan Banyumas Salurkan Bantuan untuk Pondok Pesantren dan Yayasan Yatim Piatu

Next

Upaya Hendi Kembalikan Kejayaan Pasar Johar

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang merupakan Media Internal Resmi Partai berbentuk majalah online dan portal berita yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

  • Instagram
  • TikTok

Derap Juang

Panti Marhaen (Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah)
Jalan Brigjen Katamso No. 24, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, JAWA TENGAH

Email: redaksi@derapjuang.id

Copyright 2026 — Derap Juang. All rights reserved.