Asah Kekompakan dan Empati, Peserta Diklat PAC PDI Perjuangan Jateng Ikuti Outbound di Donohudan
Kabupaten Boyolali – Sesi outbound menjadi bagian dari agenda pembelajaran kerja sama tim pada hari kedua diklat PAC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah angkatan pertama. Kegiatan di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali tersebut diselenggarakan untuk mengasah koordinasi, membangun tanggung jawab bersama, serta menguji kepekaan peserta terhadap sesama, Sabtu (17/10/2026).
Adapun ada beberapa pos permainan yang dibuat, salah satunya ialah pos Fortress War atau permainan lempar air. Permainan ini dilakukan dengan cara setiap peserta kelompok harus membuat kantong berisi air sebanyak banyaknya sebagai alat tempur mereka. Lalu mereka menempati area yang telah ditentukan, menyiapkan lilin, lalu berusaha mempertahankan lilinnya dari serangan kelompok lain. Kelompok yang mampu menjaga lilin tetap menyala hingga akhir permainan dinyatakan sebagai pemenang.

Permainan menjaga lilin tersebut dimaksudkan untuk menguji rasa empati peserta. Di tengah dorongan untuk menyerang dan memenangkan permainan, peserta diajak merefleksikan kepedulian, tanggung jawab melindungi, serta dampak tindakannya terhadap orang lain. Dengan demikian, tantangannya tidak berhenti pada menjaga api tetap menyala, tetapi juga memahami makna saling menjaga dalam kehidupan bersama.
Sementara itu, One for All mengajak kelompok memilih kotak berisi makanan atau minuman dengan ketentuan poin dan batas waktu tertentu. Kelompok lain dapat menawar waktu penyelesaian yang lebih singkat untuk mengambil kesempatan memperoleh poin. Dalam tantangan ini, seluruh anggota diwajibkan ikut mencicipi isi kotak. Mekanisme tersebut dapat menjadi bahan refleksi tentang pengambilan keputusan, pembagian tanggung jawab, dan pentingnya menyesuaikan ambisi kelompok dengan kemampuan anggotanya.
Adapun pada pos Segitiga Berbahaya, kelompok diminta merakit tiga batang bambu dan tali menjadi instalasi segitiga. Satu peserta berdiri di atas instalasi tersebut, sedangkan anggota lainnya menggerakkannya menggunakan tali menuju garis akhir. Jika peserta yang berada di atas instalasi terjatuh hingga kakinya menyentuh tanah, kelompok harus mengulang dari garis awal. Tantangan ini dapat dimaknai sebagai latihan kepercayaan dan tanggung jawab, karena peserta yang berada di atas instalasi bergantung pada kekompakan rekan-rekannya.
Ketiga permainan tersebut menempatkan kerja sama bukan sekadar sebagai pembagian tugas, melainkan sebagai proses saling mendengar, memahami kemampuan anggota, dan menjaga satu sama lain. Nilai-nilai itulah yang hendak ditekankan melalui sesi outbound dalam rangkaian pendidikan ini.
Tim Editor