Turun Langsung ke Masyarakat, Diklat PAC PDI Perjuangan Lakukan Analisis Sosial Lapangan
Kabupaten Boyolali – Hari kedua Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan se-Jawa Tengah, peserta angkatan pertama acara diklat menjalani agenda analisis sosial lapangan. Kegiatan yang berpusat di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali tersebut, dilaksanakan pada Sabtu(17/10/2026).
Diawali dengan persiapan peserta sejak pagi. Para peserta kemudian langsung bergerak ke lokasi pengamatan yang telah ditentukan. Agenda ini menjadi bagian penting dalam rangkaian hari kedua pelaksanaan diklat. Sembilan titik lokasi strategis telah ditetapkan sebagai area pengamatan bagi seluruh peserta pelatihan. Area tersebut meliputi Pasar Kartosuro, Pasar Colomadu, Waduk Cengklik, kawasan selatan Bandara, Pasar Mangu, Pasar Ngibal, Pasar Nusukan, Pasar Gagan, serta kawasan UMKM depan Asrama Haji Donohudan.
Pemilihan lokasi ini bertujuan agar peserta dapat mengamati interaksi sosial ekonomi pedagang pasar, pelaku UMKM, hingga nelayan secara langsung. Selama berada di lapangan, para peserta berinteraksi aktif dengan warga untuk menggali kondisi sosial ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat. Diskusi berfokus pada dinamika kehidupan sehari-hari, persoalan utama warga, ketimpangan relasi kuasa, serta harapan mereka terhadap perubahan sosial. Peserta dituntut untuk mendengarkan aspirasi warga secara objektif dan empati tanpa bersikap menggurui. Seluruh hasil wawancara dan catatan lapangan tersebut kemudian dikumpulkan sebagai bahan kajian.
Setelah menyelesaikan kunjungan lapangan, peserta kembali ke tempat pelatihan untuk mengikuti sesi pemaparan kelompok. Sesi diskusi dalam format per kelas tersebut difungsikan untuk membedah seluruh temuan fakta dari masing-masing lokasi pengamatan. Proses ini memastikan pengalaman di lapangan dapat diolah menjadi materi analisis kritis bersama antarpeserta.
Melalui seluruh rangkaian analisis sosial ini, para peserta diklat diharapkan makin terlatih dalam merespons persoalan masyarakat berbasis fakta lapangan. Interaksi langsung dengan berbagai elemen warga menjadi sarana efektif untuk memperkuat kepedulian sosial serta kepekaan politik peserta.
Tim Editor