Ikhtiar Samuel Wattimena Memacu Arus Digitalisasi Pariwisata Nusantara
SEMARANG — Panggung digital kini menjadi medan laga baru bagi kebangkitan pariwisata domestik. Menyadari besarnya potensi yang belum tergarap optimal, Anggota DPR-RI Komisi VII, Samuel Wattimena, mendorong perombakan strategi promosi pariwisata nusantara agar lebih agresif merambah ekosistem digital. Langkah ini dinilai krusial agar destinasi wisata daerah tidak sekadar menjadi penonton di era disrupsi informasi.
Komitmen tersebut ditegaskan Samuel di sela-sela acara “Diseminasi Strategi Promosi Pariwisata Nusantara di Era Digital: Makin Dikenal, Makin Dikunjungi” yang digelar di Kota Semarang, Minggu, 19 Juli 2026. Hajat yang diinisiasi oleh Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang ini menjadi momentum penting untuk merumuskan ulang masa depan promosi wisata lokal.
Sebagai legislator yang membidangi riset, inovasi, dan teknologi di Komisi VII, Samuel Wattimena melihat digitalisasi bukan lagi sebuah pilihan kemewahan, melainkan jangkar utama bagi kelangsungan industri pariwisata. Menurut dia, strategi promosi konvensional harus segera bermutasi total.
“Pariwisata era baru berkelindan erat dengan inovasi teknologi. Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama. Melalui strategi digital yang presisi, potensi wisata nusantara akan makin dikenal luas, yang pada hilirnya secara otomatis membuat destinasi tersebut makin ramai dikunjungi,” ujar Samuel.

Samuel juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur digital dan literasi para pelaku wisata di daerah. Baginya, intervensi kebijakan dari level legislatif hingga eksekutif mutlak diperlukan untuk memastikan platform promosi digital dapat diakses dan dimanfaatkan secara merata.
Pesan kuat dari diseminasi ini tercermin pada optimalisasi ekosistem digital yang terintegrasi. Promosi tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri secara parsial. Ke depan, seluruh kekuatan pariwisata daerah didorong untuk memaksimalkan kanal resmi nasional seperti situs www.indonesia.travel serta menggencarkan kampanye kreatif melalui jaringan media sosial multiplatform seperti Instagram, X, TikTok, dan YouTube di bawah payung besar @pesona.indonesia.
Langkah kolaboratif yang dikawal oleh Samuel Wattimena ini diharapkan mampu menyuntikkan energi baru bagi gerakan nasional bangga berwisata #DiIndonesiaAja. Sinergi antara Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah seperti Disbudpar Kota Semarang, dan sokongan parlemen menjadi modal kuat untuk memastikan roda ekonomi berbasis pariwisata digital terus berputar cepat dari daerah menuju kancah nasional.