Samuel Wattimena Apresiasi SNC 2026, Dorong Karya Daur Ulang Jadi Ikon Pariwisata Kota

0
Samuel Wattimena
Foto: Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Samuel JD Wattimena (Tengah-Mengenakan Baju Biru) Bersama dengan Peserta Semarang Night Carnival (SNC) Tahun 2026

Kota Semarang – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, menyampaikan kekagumannya terhadap gelaran Semarang Night Carnival (SNC) 2026. Ajang yang mengusung tema ‘Miracle of Recycle’ ini dinilai sangat inspiratif, karena sukses menyulap barang bekas menjadi kostum bernilai seni tinggi, sekaligus membawa pesan penting mengenai pengelolaan lingkungan yang kreatif.

Usulan Galeri Karya dan Urban Tourism

Berperan sebagai juri kehormatan, Samuel menyarankan kepada Wali Kota Semarang agar ruang-ruang kosong (lahan idle) di kota tersebut dimanfaatkan menjadi galeri pameran khusus untuk karya-karya SNC.

Saat ditemui di Taman Budaya Raden Saleh pada Rabu (29/4/2026), bertepatan dengan momen HUT ke-479 Kota Semarang, ia menekankan agar kostum daur ulang tersebut tidak kembali menjadi tumpukan sampah usai acara berakhir.

Menurutnya, karya-karya ini memiliki potensi besar untuk dijadikan daya tarik urban tourism (wisata perkotaan) yang masih jarang dikembangkan di kota-kota lain.

Optimalisasi Potensi Budaya Multi-Etnis

Lebih lanjut, Samuel menyoroti potensi besar Semarang untuk berevolusi menjadi kota wisata berbasis budaya. Keberagaman etnis yang kental, seperti hadirnya komunitas Arab dan Tionghoa, merupakan kekuatan utama yang perlu dikelola secara terkonsep.

Ia berharap identitas Semarang dapat diperluas dari yang sebelumnya identik sebagai ‘Kota Dagang’.

Konsep tersebut dapat diarahkan untuk mendongkrak sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif sehingga menciptakan identitas kota yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Skala Internasional di Karisma Event Nusantara

Kualitas SNC 2026 juga diakui di tingkat nasional dengan masuknya acara ini ke dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, menjelaskan bahwa ajang bergengsi ini diramaikan oleh 115 peserta lokal dari berbagai daerah serta perwakilan dari 28 negara yang turut memamerkan busana khas dari negara masing-masing.

Indriyasari menambahkan, tema Miracle of Recycle sangat selaras dengan visi Kota Semarang untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, di mana seluruh kostum dibuat dari bahan daur ulang, namun tetap mengedepankan nilai estetika yang cantik.

Bukti Nyata Kreativitas Peserta

Semangat pelestarian ini diamini langsung oleh para peserta karnaval. Mereka berharap inovasi di bidang daur ulang ini dapat terus dijaga dan dikembangkan.

Proses kreatif di balik layar pun sangat menantang. Kostum-kostum megah tersebut dirakit dari bahan-bahan tak terpakai seperti plastik bekas hingga sapu, dengan proses pengerjaan yang memakan waktu antara 2 hingga 30 hari.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa sampah yang dikelola dengan kreativitas tingkat tinggi bisa bertransformasi menjadi karya dengan nilai jual dan estetika yang luar biasa.

Tim Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here