
Jakarta – Momen kebersamaan dan kekeluargaan terefleksikan dalam acara Halalbihalal keluarga besar PDI Perjuangan Jawa Tengah yang digelar di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR RI, Ir. Bambang Wuryanto, Jakarta, Rabu malam (01/04/2026).
Hadir dalam agenda tersebut Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Dolfie OFP bersama jajaran fungsionaris, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Dapil Jateng, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jateng, serta Ketua DPC PDI Perjuangan dari 35 Kabupaten/Kota se-Jateng.

Selain beramah-tamah, momen itu dijadikan Kader PDI Perjuangan Jateng untuk menguatkan komitmen dalam rangka hadir di tengah rakyat melalui kerja politik dan program kepartaian.
Sama seperti halnya amanah Sang Proklamator, Bung Karno yang menegaskan bahwa tugas pertama dan paling utama bagi seorang kader partai adalah menambah tenaga Kaum Marhaen.
Bung Karno dan Momentum Halalbihalal
Meskipun menggunakan kosakata Bahasa Arab, sejatinya Halalbihalal merupakan tradisi yang tumbuh dan berkembang di Bumi Pertiwi.
Pada masa kepemimpinan Sang Proklamator, Bung Karno, beberapa jajaran kabinet memiliki perbedaan pandangan terhadap kondisi politik dan arah kebijakan.
Bung Karno tidak menginginkan keberagaman pandangan politik itu merusak persatuan bangsa, apalagi umur ‘Indonesia’ saat itu masih sangat muda.
Akhirnya, pada tahun 1948, berkat saran dari K.H Abdul Wahab Hasbullah, digelar-lah Halalbihalal di Hari Raya Idul Fitri. Tujuannya adalah untuk saling memaafkan sekaligus menguatkan kerukunan berbangsa dan bernegara.
Ide Bung Karno dan Praktik Riil PDI Perjuangan Jateng
Keluarga besar PDI Perjuangan berkomitmen dan senantiasa berikhtiar untuk mengamalkan seluruh gagasan dan cita-cita Sang Proklamator.

Halalbihalal yang digelar dalam momentum Idul Fitri 1447 H itu merupakan wujud untuk meneladani pemikiran berbangsa dan bernegara Bung Karno.
Dalam perjalanan berpartai, berprogram, dan berkegiatan antar kader PDI Perjuangan Jateng tentunya memiliki dinamika, dialektika, serta romantika.
Namun, semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam menambah tenaga Kaum Marhaen sekaligus menghadirkan program yang pro wong cilik adalah tujuan utama di atas kepentingan politik apapun.
Tim Editor













