Sofwan: Melawan Spirit Individual, Menjaga Nilai Gotong Royong

0
Sofwan Dedy Ardyanto
Foto: Giat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh Anggota MPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto (Depan - Tengah) di Kabupaten Wonosobo (21/12/2025)

Kabupaten Wonosobo – Globalisasi dan kemajuan teknologi digital telah mengubah wajah kehidupan pemuda Indonesia. Keterbukaan informasi dan kecanggihan teknologi memberi peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang.

Namun di sisi lain, perubahan tersebut membawa tantangan serius berupa menguatnya sikap individualisme dan melemahnya semangat gotong royong yang selama ini menjadi inti nilai Pancasila.

Fenomena ini terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari pemuda, baik di perkotaan maupun di daerah. Interaksi yang dahulu banyak dilakukan secara langsung melalui kerja bakti, diskusi komunitas, atau kegiatan sosial, kini perlahan tergeser oleh interaksi digital.

Pemuda saat ini lebih sering terhubung melalui gawai, tetapi justru semakin jarang berkomunikasi secara tatap muka.

Sejumlah pemuda di Kabupaten Wonosobo mengakui bahwa kebiasaan berkumpul dan beraktivitas bersama semakin berkurang.

Jika sebelumnya kegiatan gotong royong seperti bersih desa atau membantu warga yang memiliki hajatan menjadi ruang pertemuan sosial, kini partisipasi pemuda cenderung menurun.

“Sekarang banyak teman-teman yang lebih memilih sibuk dengan urusan masing-masing. Kalau tidak kerja, ya main gawai. Kadang ada kegiatan lingkungan, tapi yang datang itu-itu saja,” ujar Andi (24), salah satu pemuda desa di wilayah Wonosobo kepada Tim Derap Juang.

Masuknya nilai-nilai liberalisme melalui arus globalisasi turut memengaruhi cara pandang generasi muda. Kebebasan individu sering dimaknai secara sempit sebagai kebebasan tanpa keterikatan sosial.

Akibatnya, kepedulian terhadap lingkungan sekitar semakin menipis, sementara orientasi pada kepentingan pribadi kian menguat.

Padahal, gotong royong merupakan ruh kehidupan bangsa Indonesia yang tertuang jelas dalam Pancasila, khususnya sila ketiga ‘Persatuan Indonesia’ dan sila kelima ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’.

Nilai tersebut menekankan bahwa manusia Indonesia tidak hidup sendiri, melainkan saling terhubung dan bertanggung jawab satu sama lain.

Anggota MPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, dalam salah satu kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Wonosobo menegaskan bahwa tantangan globalisasi harus disikapi secara kritis oleh pemuda.

“Modernisasi dan teknologi tidak bisa kita tolak, tetapi nilai kebangsaan tidak boleh ditinggalkan. Pemuda harus tetap memegang Pancasila sebagai pedoman, agar kemajuan tidak menghilangkan jati diri bangsa,” ujar Sofwan, Minggu siang (21/12/2025).

Meski demikian, di tengah arus individualisme, masih muncul inisiatif positif dari sejumlah komunitas pemuda lokal. Di beberapa desa, kelompok pemuda membentuk komunitas sosial berbasis lingkungan, pendidikan, dan kebudayaan.

Mereka memanfaatkan teknologi digital bukan untuk menjauh, tetapi justru untuk mengorganisasi kegiatan bersama, seperti penggalangan dana sosial, kelas literasi, hingga kerja bakti berbasis komunitas.

Salah satu contohnya adalah komunitas pemuda yang secara rutin mengadakan kegiatan belajar gratis bagi anak-anak desa serta program bersih lingkungan. Media sosial digunakan sebagai alat koordinasi, bukan sebagai pengganti interaksi sosial.

Sofwan menyampaikan tantangan terbesar saat ini bukan pada teknologi itu sendiri, melainkan pada cara pemuda memaknai kemajuan. Tanpa penguatan nilai Empat Pilar Kebangsaan, modernisasi berpotensi menciptakan generasi yang cakap secara teknologis, tetapi rapuh secara sosial.

Globalisasi, dengan segala dinamikanya, menjadi ujian nyata bagi pemuda Indonesia. Apakah mereka akan larut dalam arus individualisme atau justru mampu menjadikan kemajuan sebagai sarana memperkuat gotong royong dan persatuan.

Di titik inilah, Pancasila kembali menemukan relevansinya bukan sebagai slogan, melainkan sebagai pedoman hidup yang harus dihidupi oleh generasi muda.

Tim Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here