Skip to content
-
DERAP JUANG. Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai
Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
Close

Search

Ajaran Bung KarnoCakrawalaFeaturedHeadlineJas Merah

Tradisi ‘Halal Bihalal’ Saat Lebaran, Ternyata Pertama Kali Digagas oleh Bung Karno

By Yusuf DJ
10 April 2024 2 Min Read
Comments Off on Tradisi ‘Halal Bihalal’ Saat Lebaran, Ternyata Pertama Kali Digagas oleh Bung Karno

‘Halal Bihalal’ merupakan tradisi yang sering dilakukan masyarakat Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri. Ternyata tradisi yang dilakukan dengan saling bermaaf-maafan ini, bukanlah kebiasaan yang berkembang dari Arab, melainkan tradisi yang berkembang sejak era Presiden RI Pertama, yakni Soekarno.

Pada saat itu, tahun 1948, bertepatan dengan pertengahan bulan Ramadhan, kondisi perpolitikan di Indonesia sedang tidak stabil. Bung Karno lantas berdiskusi dengan Kiai Abdul Wahab, seorang tokoh ulama pada waktu itu, untuk mencari solusi mengatasi ketegangan tersebut.

Foto: Momen solat Idul Fitri di halaman Istana Negara yang dihadiri oleh Bung Karno (ketiga dari kiri), sekitar tahun 1947

Kemudian Kiai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan agenda ‘silaturahim’, sebab sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri, di mana seluruh umat Islam disunahkan bersilaturahim.

Namun, Bung Karno enggan menggunakan kata silaturahmi karena dianggap sudah biasa. Lantas, menurut Kiai Wahab dengan alasan para elit politik tidak mau bersatu lantaran mereka saling menyalahkan.

“Sementara saling menyalahkan itu kan dosa dan dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Sehingga, mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan,” ucap Kiai Wahab.

Dari saran Kiai Wahab tersebut, Bung Karno kemudian membuat sebuah skema untuk mengundang semua tokoh politik berkumpul di Istana Negara seusai ibadah Solat Idul Fitri, duduk dalam satu meja untuk bisa bersilaturahmi.

Para tokoh politik tersebut akhirnya bisa duduk dalam satu meja serta saling bersalaman dan bermaaf-maafan, sebagai babak baru untuk menyusun kekuatan dan persatuan bangsa. Sejak itulah kegiatan yang diberi judul Bung Karno sebagai ‘Halal Bihalal’, menjadi tradisi bangsa Indonesia hingga kini.

Tim Editor

Tags:

1445 HBung KarnoFungsi EdukasiHalal BihalalIdul FitriMenuju Partai sehatPDI Perjuangan
Author

Yusuf DJ

Follow Me
Other Articles
Pileg DPR RI Dapil VI Jateng
Previous

Hasil Pileg DPR RI 2024, Kursi PDI Perjuangan Dapil VI Jateng Bakal Naik

Next

Lebaran Sejuk, di Tengah Nilai Pancasila

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang merupakan Media Internal Resmi Partai berbentuk majalah online dan portal berita yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

  • Instagram
  • TikTok

Derap Juang

Panti Marhaen (Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah)
Jalan Brigjen Katamso No. 24, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, JAWA TENGAH

Email: redaksi@derapjuang.id

Copyright 2026 — Derap Juang. All rights reserved.