Skip to content
-
DERAP JUANG. Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai
Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang Derap Juang Derap Juang

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
  • Home
  • Terkini
  • Derap Utama
  • Bung Karno
  • Galeri
    • Video 33 Detik
    • Kolase
    • Foto Pilihan
  • Olah Raga & Teknologi
    • Olahraga
    • Teknologi Terkini
Close

Search

Berita TerkiniFeaturedKAB BANYUMAS

Menteri PPPA Minta Anak Korban Rudapaksa Tidak Putus Sekolah

By Oki M Kaharni
17 April 2023 2 Min Read
Comments Off on Menteri PPPA Minta Anak Korban Rudapaksa Tidak Putus Sekolah

Kabupaten Banyumas – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang kerap disapa Bintang Puspayoga berkunjung ke SMP N 3 Kebasen, Sabtu (15/4/2023).

Pihaknya meminta anak yang menjadi korban kekerasan seksual hingga mengalami kehamilan tidak boleh putus sekolah.

“Anak tidak boleh mengalami stigma. Jangan sampai anak yang menjadi korban masa depannya hilang. Karena mereka punya cita-cita yang harus kita penuhi,” tuturnya.

Pada kesempatan kunjungan ini, Menteri PPPA menghadiri penandatanganan pakta integritas pencegahan perkawinan anak dan dialog ‘Disiplin Disiplin Positif’ di Satuan Pendidikan Banyumas.

Bintang Puspayoga mengunjungi SMP N 3 Kebasen.

“Ini sudah ada praktik baik dari sekolah. Di mana anak 12 tahun yang jadi korban hingga hamil di Kabupaten Sidoarjo. Anak ini tetap bisa belajar lewat daring. Nah ini makanya Pak Bupati sudah setuju juga, di sini ada kasus anak yang menjadi korban, tapi harus keluar dari sekolah” imbuhnya.

Meski begitu, tetap harus memenuhi kemauan korban. Apakah berkenan melanjutkan di sekolah yang lama atau meminta pindah sekolah, agar lebih nyaman.

“Apakah mereka akan memilih di sekolah lain atau memilih PKBM, yang penting mereka tidak boleh putus sekolah. Itu yang akan kita dampingi,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Ir. Achmad Husein menyampaikan keprihatinan soal banyaknya kasus pernikahan dini di Banyumas akibat hamil duluan.

“Masalah kawin dini memang di Banyumas sangat memprihatinkan. Pernah saya tanyakan ke Pengadilan Agama di Kabupaten Banyumas, ada 220 anak di tahun 2022 dikawinkan bahkan mereka kawin karena terpaksa, hamil di luar nikah,” jelasnya.

Pihaknya menduga ada beberapa faktor yang membuat perkawinan anak di Kabupaten Banyumas tinggi.

“Dahulu itu kita tidak pernah terpikirkan di bawah 15 tahun berhubungan seks. Ini jawabannya jelas sekarang, kenapa seks, karena faktor komunikasi atau terpengaruh media sosial,” pungkasnya.

Koresponden : Aim

Tags:

Achmad HuseinDPC PDI PerjuanganFungsi EdukasiKab. BanyumasMenuju Partai sehatPDI Perjuangan
Author

Oki M Kaharni

Follow Me
Other Articles
Previous

Ngabuburit Bareng PAC Dayeuhluhur Di Desa Panulisan

Next

Bagi Takjil di Bantarsari, Pujiyono: Saling Berbagi di Bulan Suci Ramadhan

Membangun Kebanggaan, Solidaritas dan Disiplin Partai

Derap Juang merupakan Media Internal Resmi Partai berbentuk majalah online dan portal berita yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah.

  • Instagram
  • TikTok

Derap Juang

Panti Marhaen (Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah)
Jalan Brigjen Katamso No. 24, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, JAWA TENGAH

Email: redaksi@derapjuang.id

Copyright 2026 — Derap Juang. All rights reserved.